HMI KSB Minta Polres KSB Buka Hasil Tes Urine Internal ke Publik

Bagikan ke :
Foto: Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Barat, Indra Dwi Herfiansyah
Foto: Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Barat, Indra Dwi Herfiansyah

Taliwang, MediaKSB, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat mendesak Kapolres Sumbawa Barat untuk bersikap transparan terkait hasil tes urine yang dilakukan di internal kepolisian beberapa waktu lalu. Desakan ini muncul sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap komitmen Polri dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba, dimulai dari pembenahan di tubuh institusi penegak hukum itu sendiri.

Ketua Umum HMI KSB, Indra Dwi Herfiansyah menyatakan, keterbukaan informasi mengenai hasil tes urine personel merupakan langkah krusial untuk menjaga kepercayaan publik.

Indra menilai, sebagai garda terdepan penegakan hukum, anggota Polri harus bersih dari pengaruh barang haram tersebut sebelum melakukan penindakan kepada masyarakat luas. Langkah ini dianggap penting guna memastikan integritas institusi tetap terjaga di mata masyarakat KSB.

“Kami meminta Kapolres Sumbawa Barat untuk secara terbuka menyampaikan hasil tes urine anggotanya kepada publik sebagai wujud transparansi,” tegas Indra, Jumat (06/3).

Ketua HMI menekankan, jika ditemukan adanya anggota yang positif mengkonsumsi narkoba, maka tindakan tegas harus diambil tanpa pandang bulu. Keterbukaan ini dinilai akan menjadi preseden baik dalam upaya menciptakan lingkungan kepolisian yang bersih dan berintegritas tinggi.

Desakan HMI ini juga didasari atas komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah Sumbawa Barat. Dengan adanya pengungkapan hasil tes secara periodik, diharapkan dapat memberikan efek jera serta menjamin bahwa tidak ada celah bagi penyalahgunaan narkoba di internal Polres KSB.

“Kami sebagai mahasiswa dan masyarakat berkomitmen untuk terus mengawal ini hingga adanya penjelasan resmi dari pihak kepolisian,” tegas Indra.

Di sisi lain, publik berharap jajaran Polres Sumbawa Barat dapat merespons aspirasi mahasiswa ini dengan bijak sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan organisasi kepemudaan seperti HMI sangat diperlukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan bebas dari peredaran gelap narkotika.

“Transparansi hasil tes urine internal dianggap sebagai bukti nyata bahwa Polri tidak berkompromi dengan segala bentuk pelanggaran hukum,” imbuh ketua HMI.

Pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat pun turut memantau perkembangan tuntutan ini. Keberanian institusi dalam membuka diri terhadap kritik dan masukan dari kelompok mahasiswa akan menjadi indikator kematangan demokrasi di Sumbawa Barat. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *