10 KDMP KSB Akan Terima Suntikan Modal 25 Juta dari Bank NTB

Taliwang, MediaKSB, – Sepuluh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mendapatkan penguatan modal usaha dari Bank NTB Syariah. Setiap koperasi akan menerima dukungan senilai Rp25 juta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pemerintah menyalurkan bantuan tersebut dalam bentuk paket barang dagangan, bukan uang tunai. Skema ini melibatkan mitra besar seperti Bulog, Pupuk Indonesia, hingga Pertamina guna menjamin ketersediaan stok barang. Melalui pola ini, koperasi bisa langsung beroperasi melayani kebutuhan pokok warga tanpa kendala distribusi.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan pentingnya profesionalisme pengelola dalam menjalankan institusi bisnis ini. Ia ingin koperasi menjadi pilar utama yang menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara mandiri.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi institusi bisnis yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Saya berharap bantuan ini menjadi modal awal bagi koperasi untuk tumbuh menjadi unit usaha yang sehat,” ujarnya saat memantau lokasi, Jumat (13/3).
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Suryaman, menyatakan, pemerintah akan melakukan pengawalan ketat terhadap seluruh KDMP di KSB. Evaluasi berkala menjadi kunci utama guna memastikan bantuan modal barang benar-benar berputar secara optimal.
“Jika proyek percontohan ini menunjukkan hasil positif, pemerintah akan segera menduplikasi program serupa ke desa-desa lainnya. Kami memastikan sepuluh koperasi ini benar-benar siap secara administrasi dan manajemennya,” tegas Suryaman.
Kadis menilai, bantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi melalui Bank NTB Syariah akan memberikan kepastian keberlanjutan bagi ekosistem bisnis di desa-desa. Koperasi kini memiliki peran vital sebagai penyedia logistik bagi berbagai program strategis nasional.
“Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen pengurus dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan modal barang dagangan tersebut. Kami akan intensifkan pengawasan di lapangan,” tutupnya. (M-02)
