Kades Tua Nanga Minta Pemerintah Turun Tangan Awasi Harga Jagung

Poto Tano, MediaKSB, – Kepala Desa Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hamzah, meminta pemerintah daerah turun tangan mengawasi harga jagung di tingkat petani. Permintaan ini muncul di tengah musim panen yang dikhawatirkan tidak membawa kegembiraan bagi petani.
Hamzah mengakui hasil panen musim ini meningkat dibanding sebelumnya. Namun lonjakan produksi itu ditakutkan tidak diikuti harga yang layak. Petani khawatir akan menerima harga rendah dari tangan pembeli tanpa ada perlindungan apapun.
“Panen kami bagus tahun ini. Tapi harga jagung masih rendah. Kami minta ada pengawasan dari pemerintah agar petani tidak terus dirugikan,” ujar Hamzah saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4).
Kades menilai absennya pengawasan harga menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pembeli untuk menekan harga serendah mungkin. Petani, tanpa posisi tawar yang kuat, terpaksa menerima harga apa adanya setiap musim panen tiba.
Kondisi ini diperparah biaya produksi yang terus merangkak naik. Harga benih, pupuk, dan ongkos panen tidak pernah turun. Sementara harga jual jagung stagnan di angka rendah, petani Tua Nanga kian terjepit dari dua sisi sekaligus.
Hamzah mendorong pemerintah daerah untuk memberi penekanan terhadap harga acuan jagung di tingkat petani. Keberadaan patokan harga resmi dinilai mampu mencegah praktik pembelian di bawah harga wajar yang merugikan petani kecil.”Kalau ada harga acuan yang jelas, pembeli tidak bisa semena-mena. Petani juga punya pegangan yang kuat,” tegasnya.
Desa Tua Nanga merupakan salah satu desa penghasil jagung di wilayah Poto Tano. Potensi produksinya cukup besar, namun tata niaga yang lemah selalu menempatkan petani di posisi rugi musim demi musim.
Hamzah juga berharap dinas terkait aktif memantau pergerakan harga di lapangan secara rutin dan berkala. Pengawasan tidak cukup hanya tertuang di atas kertas, perlu kehadiran nyata petugas di tengah petani.
“Kami butuh pemerintah hadir langsung di lapangan, bukan hanya duduk di kantor,” pungkas Hamzah. (M-02)
