4 Tahun Tanpa Wakil, Putra-Putri KSB Sepi dari Bangku IPDN

Taliwang, MediaKSB, – Sudah empat tahun berturut-turut, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak memiliki satupun wakil di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tidak ada nama pelajar KSB yang tercatat lolos seleksi ketat sekolah kedinasan paling bergengsi di bawah Kementerian Dalam Negeri itu.
Di lain sisi, IPDN menawarkan pendidikan gratis tanpa biaya kuliah sepeser pun. Lulusannya langsung diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di instansi pemerintah seluruh Indonesia. Tahun lalu, provinsi NTB mendapat jatah kuota 25 kursi, namun kursi itu kosong tanpa kontribusi dari KSB.
Syaiful, S.S.T.P., M.M.Inov., lulusan pertama IPDN asal KSB angkatan 2004, menyebut kondisi ini memprihatinkan. “Dua puluh tahun lalu saya buktikan anak KSB bisa masuk IPDN. Sekarang justru kita mundur,” ujarnya, Minggu (19/4).
Efol, sapaan akrabnya menilai, akar masalahnya bukan soal kemampuan, melainkan minimnya sosialisasi dan masih hidupnya mitos negatif di tengah masyarakat. “Banyak orang tua masih percaya masuk IPDN butuh uang besar atau orang dalam. Itu keliru. Seleksinya murni berbasis kompetensi dan gratis,” tegasnya.
Seleksi IPDN memang ketat. Calon praja wajib melewati SKD berbasis CAT, tes kesehatan, kesamaptaan fisik, psikologi, hingga wawancara. Semua tahapan bersifat transparan dan terukur. Siapa pun bisa bersaing tanpa perlu modal selain kemampuan dan kesiapan fisik.
“Stigma tentang kekerasan di IPDN juga masih menjamur di masyarakat. Padahal sekarang sudah tidak ada sama sekali,” imbuh Efol yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan KSB.
Tahun ini tantangan bertambah. Seleksi IPDN menambahkan tes TOEFL langsung dengan skor minimal 400. Kondisi ini semakin menuntut pelajar KSB bersiap lebih awal dan lebih serius. “Kalau persiapannya matang, saya yakin putra putri daerah kita bisa bersaing,” tegasnya.
Kebijakan penempatan lulusan IPDN kini juga telah berubah. Purna praja ditempatkan di wilayah regional asal masing-masing, berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang menyebar lulusan ke seluruh penjuru Indonesia.
“Artinya, putra-putri KSB yang berhasil lulus berpeluang besar mengabdi dan membangun daerahnya sendiri. Momentum ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja,” pungkasnya. (M-01)
