Wabup KSB Wacanakan Car Free Night di Alun-Alun Taliwang

Taliwang, MediaKSB, – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., membuka wacana pengembangan Car Free Night (CFN) di Alun-Alun Kota Taliwang sebagai perluasan dari program Car Free Day (CFD) yang sudah berjalan. Wacana ini disampaikan dalam kegiatan CFD di kawasan Kemutar Telu Center (KTC) beberapa waktu lalu.
Hj. Hanipah menilai, CFN berpotensi memperluas ruang interaksi warga sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat di luar jam kerja. Konsep ini dinilai relevan karena malam hari menjadi waktu favorit warga untuk bersantai dan berbelanja di ruang publik.
“Jadikan tradisi dan budaya kita ber-CFD setiap hari Minggu. Jangan karena tidak ada doorprize lalu kita tidak hadir. Karena di sini kita mendapatkan sehatnya, silaturahminya, dan pada saat yang sama juga mendukung UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan,” ujarnya.
Car Free Day KTC sendiri berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Senam sehat, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, serta layanan administrasi kependudukan dari Dukcapil hadir dalam satu lokasi tanpa harus antre di kantor pada hari kerja.
Sejumlah stan UMKM lokal juga meramaikan kawasan CFD dan menjadi tempat warga berbelanja produk usaha masyarakat setempat. Kehadiran UMKM di ruang publik ini menjadi salah satu tujuan utama Dishub KSB dalam menggelar kegiatan mingguan tersebut.
Hanipah menekankan kawasan CFD harus benar-benar steril dari kendaraan bermotor agar fungsi ruang publik terjaga sepenuhnya. Kenyamanan pejalan kaki dan pengguna ruang terbuka menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan.
Wacana CFN di Alun-Alun Taliwang kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga KSB. Jika terwujud, agenda malam itu dinilai mampu menjadi magnet baru yang menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif dan hidup di jantung Kota Taliwang.
Gagasan CFN ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah membangun kawasan wisata kerakyatan yang berpusat di Brang Ene dan Brang Rea. Pemerintah KSB tengah mengembangkan kawasan wisata berbasis masyarakat yang menempatkan warga sebagai pelaku utama pengelolaan melalui BUMDesma. (M-03)
