Empat Desa di Brang Ene Bakal Kelola Wisata via BUMDes Bersama

Bagikan ke :
Foto: Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman
Foto: Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama untuk mengelola destinasi ekowisata jogging track di Kecamatan Brang Ene.

Langkah kolaboratif ini mengadopsi kesuksesan wisata hijau Desa Bilebante di Lombok Tengah, guna memastikan pengelolaan fasilitas olahraga dan pariwisata sepanjang 5 kilometer tersebut nantinya akan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di empat desa terdampak.

Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman mengungkapkan, pola pengelolaan bersama menjadi kunci keberlanjutan program pariwisata kerakyatan yang dicanangkan Bupati Amar Nurmansyah.

Destinasi yang melintasi Desa Manemeng, Mura, Kalimantong, dan Desa Mujahidin ini menuntut sinergi antardesa agar pemeliharaan fasilitas dan pemberdayaan UMKM lokal berjalan seiringan.

“Kita bisa mengadopsi wisata hijau Bilebante di Lombok Tengah. Di sana BUMDes mengelola secara mandiri dan fasilitasnya tersedia dari desa. Perbedaannya, di Brang Ene pemerintah kabupaten yang menyediakan fasilitasnya, namun kami tetap yakin pengelolaan melalui BUMDes Bersama adalah solusi terbaik,” ujar Kadis.

Kesiapan Anggaran Rp6 Miliar dan Tahapan Sosialisasi Lahan

Pemerintah daerah telah merampungkan seluruh dokumen pendukung, mulai dari Masterplan hingga Detail Engineering Design (DED) yang dikerjakan oleh DPUPR.

Nurdin memastikan anggaran sebesar Rp6 miliar sudah tersedia melalui Perkada awal tahun ini, sehingga proyek fisik dapat segera terlaksana setelah tahap sosialisasi kepada pemilik lahan selesai.

Nurdin menjelaskan, lintasan lari ini akan menyisir keindahan alam mulai dari pematang sawah, tepian hutan, hingga aliran sungai. Lebar lintasan sejauh 2 meter memungkinkan pengunjung bergerak leluasa sambil menikmati udara segar khas pegunungan Brang Ene.

“Pak Bupati sudah menyampaikan, nanti kita bangun shelter atau check point di sepanjang lintasan. Titik-titik tersebut akan menjadi spot foto ikonik sekaligus tempat berdirinya stan kuliner bagi warga untuk menjajakan makanan tradisional setempat,” paparnya lebih lanjut.

Pekan depan, Disparpora KSB berencana melakukan koordinasi intensif dengan Camat Brang Ene untuk mematangkan agenda sosialisasi kepada masyarakat. Mengingat jalur lintasan akan melewati lahan pertanian warga, pendekatan persuasif menjadi prioritas agar masyarakat memahami nilai tambah ekonomi yang muncul dari keberadaan BUMDes Bersama nantinya.

Melalui model pengelolaan ini, pemerintah KSB ingin memastikan, aset wisata bukan sekadar bangunan fisik, melainkan mesin penggerak ekonomi desa yang inklusif. Dengan integrasi empat desa dalam satu manajemen BUMDes Bersama, Brang Ene berpotensi menjadi ikon baru ekowisata di KSB yang mandiri dan profesional. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *