Diskominfo KSB Prioritaskan Perbaikan Sinyal di Kawasan Wisata

Bagikan ke :
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si

Taliwang, Media KSB, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadikan perbaikan sinyal telekomunikasi di kawasan wisata sebagai program prioritas akhir tahun 2026. Sejumlah titik wisata yang selama ini masih mengalami kendala jaringan mulai mendapat penanganan bertahap dari pemerintah daerah bekerjasama dengan penyedia layanan.

Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, menyampaikan, penguatan sinyal di lokasi wisata menjadi perhatian khusus Diskominfo sebagai upaya dalam mendukung program KSB Maju Luar Biasa klaster Maju Pariwisata.

“Ini termasuk menjadi skala prioritas kami, terutama di lokasi yang sudah eksis,” ujarnya kepada Media KSB, Jumat (04/9).

Dedy mengaku, Diskominfo telah beberapa kali bertemu dengan pihak Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) dan beberapa operator layanan seperti XL dan Telkomsel, untuk membahas titik-titik lemah sinyal di kawasan wisata khususnya daerah pesisir.

“Alhamdulillah untuk tahun ini insya Allah komitmen teman-teman dari Telkomsel sudah ada untuk wilayah Poto Batu dan Gelampar-Kertasari,” bebernya.

Kadis menjelaskan, kondisi di beberapa lokasi wisata bukan termasuk blank spot. Penilaian tersebut merujuk pada lemahnya sinyal untuk provider tertentu namun cukup kuat untuk provider lain.

Dari penilaian lapangan, lanjut Dedy, pembangunan jaringan di dua lokasi tersebut rencananya akan menggunakan skema antena mobile. “Jadi nanti akan dipasangkan semacam repeater atau range extender,” katanya.

Dedy mengungkapkan, lokasi lahan dan biaya listrik untuk perangkat jaringan di kawasan tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah desa setempat. Kolaborasi dengan pemerintah desa merupakan keputusan bersama setelah terjadi kendala pemasangan di lokasi sebelumnya.

“Jadi teman-teman dari provider ingin ada kepastian secara legal dan sah terkait penggunaan tempat atau lahan. Jadi kami sudah bicara dengan pihak desa dan Alhamdulillah mereka siap,” paparnya.

Namun, tidak semua lokasi wisata akan menggunakan skema penanganan yang sama. Dedy menjelaskan, Telkomsel tidak dapat melakukan intervensi langsung di wilayah Rarak Rongis, Mataiyang, dan Tuan Nanga karena ketiga wilayah tersebut masih terdapat menara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Kalau kita cek di ponsel, sinyalnya full, tetapi tidak bisa digunakan untuk mengakses internet di tiga daerah itu,” tuturnya.

Dedy mengungkapkan, Diskominfo telah mengirimkan surat kepada BAKTI agar kapasitas bandwidth di tiga wilayah tersebut dapat ditingkatkan. “Insya Allah semua akan kami lakukan perbaikan dan intervensi, demi mendukung dan memberikan pelayanan terbaik untuk memajukan pariwisata kita,” pungkas Dedy. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *