Empat Wartawan Sumbawa Barat Ikuti UKW Jenjang Muda di Mataram

Taliwang, MediaKSB – Empat wartawan asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda di Kantor Bank NTB Syariah, Mataram, Nusa Tenggara Barat NTB. UKW yang diselenggarakan Solopos Institute bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB itu berlangsung pada 26–27 September 2026.
Keempat wartawan tersebut yakni Imam Fauzan dari mediaksb.com, Sudirman Bogie dari insidentb.com, Rian Kiswanto dari zonamerahnews.com, dan Zulkifli Bujir dari hariansumbawa.com.
Ketua SMSI NTB, H. Abdus Syukur menyebut UKW sangat esensial bagi wartawan. Perkembangan media online di NTB yang terus tumbuh, lanjut Ketua SMSI , harus berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas seorang wartawan.
“Kompetensi yang paling penting adalah etika. Seorang wartawan harus menjaga integritas dan profesionalitas saat terjun ke lapangan,” katanya saat menyampaikan sambutan.
Abdus Syukur menyebut profesi wartawan merupakan profesi yang mulia dan harus terus dijaga. Oleh karenanya, setiap wartawan dilarang keras menerima suap dalam bentuk apapun dari pihak luar. “Cara menjaga profesi ini adalah dengan etika,” pesannya.
Ketua SMSI juga mengingatkan kepada peserta agar tidak takut menghadapi UKW. Menurut Abdus Syukur, UKW bukan hal yang harus ditakuti, melainkan sebagai proses yang harus dilalui oleh setiap wartawan. “Tidak perlu terlalu tegang. Anggap ini sebagai proses,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur PT Aksara Solopos, H. Syifaul Arifin menjelaskan, Dewan Pers telah menetapkan UKW sebagai piranti peningkatan kapasitas diri bagi setiap wartawan. Ujian kompetensi sangat penting di tengah laju pertumbuhan media sosial dan media massa di tengah masyarakat.
“Tujuan UKW ini agar wartawan yang ada di lapangan itu benar-benar kompeten, bukan wartawan abal-abal,” ungkapnya.
Syifaul Arifin menambahkan, setiap peserta UKW harus benar-benar memahani tiga kompetensi dasar, yakni kesadaran atau etika, pengetahuan, serta keterampilan. Direktur Solopos institute ini juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar sungguh-sungguh saat mengikuti ujian.
“Karena tidak ada jaminan kalau ikut UKW sudah pasti lulus dan dinyatakan kompeten,” tandasnya.
Di akhir Syifaul Arifin berpesan kepada para pejabat yang hadir serta masyarakat secara umum agar tidak ragu untuk melaporkan wartawan yang bekerja tidak sesuai dengan kode etik. “Karena kartu kompetensi itu bisa saja dicabut, jadi jangan sungkan untuk melapor ke Dewan Pers,” pungkasnya. (M-01)
