Sempat Dikira Sepi, Dagangan UMKM Ludes Saat Lomba Barampok

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Festival lomba Barampok Sumbawa Barat, Minggu (04/09/2026) (Foto: Prokopim KSB)
MEDIAKSB – Festival lomba Barampok Sumbawa Barat, Minggu (04/09/2026) (Foto: Prokopim KSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Sempat mengira akan sepi, dagangan pelaku UMKM di Alun-Alun Kota Taliwang nyaris habis terjual saat Lomba Adat Barampok Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Minggu (04/10).

“Awalnya saya pikir bakal sepi,” ujar salah seorang pelaku UMKM inisial (T) yang berjualan di sekitar arena.

(T) menuturkan, selama pertandingan berjalan hampir tidak ada pengunjung yang jajan karena semuanya fokus menonton. Hampir seluruh penonton memilih berkumpul di tepi arena dan mengikuti pertarungan hingga selesai. “Tapi ini pas istirahat malah ramai sekali,” katanya.

Begitu jeda tiba, penonton yang berjam-jam berada di bawah terik matahari langsung menyerbu lapak pedagang. Minuman, cilok, batagor, dan aneka makanan ringan menjadi incaran utama pembeli. “Alhamdulillah dagangan saya hampir habis,” akunya.

Pemilik kios permanen di kawasan alun-alun merasakan hal serupa. Menurut mereka, setiap kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung selalu ikut menggerakkan perputaran ekonomi di kawasan tersebut. Pada hari biasa, pendapatan kotor mereka berkisar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per hari. Saat ada kegiatan besar, angka itu bisa naik menjadi Rp3 juta sampai Rp5 juta. Air mineral, teh kemasan, dan minuman dingin menjadi produk yang paling dicari pengunjung.

Lomba yang diinisiasi MPC Pemuda Pancasila ini menampilkan tradisi bela diri khas Suku Samawa dan dipadati warga sejak pagi. Bagi penonton, kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus kesempatan menyaksikan kembali tradisi yang lama melekat dalam budaya masyarakat Sumbawa.

“Jarang-jarang sekarang bisa lihat barampok seperti ini lagi,” ungkap seorang warga yang juga menilai pertandingan terasa seru karena terbuka untuk umum dan ramai penonton.

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, yang hadir bersama jajaran Forkopimda mengatakan, esensi utama barampok adalah persatuan dan sportivitas. Siapa pun yang turun ke arena ia minta tetap menjunjung persaudaraan dan pulang dengan hati gembira.

“Boleh udara hari ini panas, tapi kepala tetap dingin,” ucapnya disambut tepuk tangan penonton.

Personel TNI, Polri, dan Satpol PP bersiaga menjaga keamanan dan ketertiban acara. Tenaga medis serta armada pemadam kebakaran turut disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama pertandingan.

Lomba Adat Barampok tahun ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan menyongsong HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *