Bupati KSB Minta Camat dan AGR Kawal Simulasi E-Voting Pilkades

TALIWANG, MEDIAKSB – Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah meminta camat dan Agen Gotong Royong (AGR) mengawal simulasi e-voting Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 12–17 Oktober 2026. Pemungutan suara elektronik di 21 desa dijadwalkan berlangsung 25 Oktober 2026.
Arahan tersebut disampaikan dalam Forum Yasinan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mengawal persiapan Pilkades. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, H. Abdul Hamid, melaporkan pelatihan tenaga teknis utama dan lapangan telah berjalan untuk mendukung e-voting.
Hamid merinci, sebanyak 30 perangkat e-voting kiriman PT Intens telah tiba di KSB pada Sabtu (10/10/2026). Setelah perangkat tiba, DPMD menjadwalkan uji coba sistem di Desa Seremong sebelum sosialisasi dan simulasi serentak di seluruh desa penyelenggara.
“Kegiatan ini tentu tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara menggunakan sistem elektronik,” katanya.
Persiapan data pemilih dan calon kepala desa juga terus berjalan. Sebanyak 10 desa telah menyerahkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk dihubungkan dengan aplikasi pemilihan, sedangkan foto para calon disiapkan untuk dimasukkan ke dalam sistem.
Tim teknis akan menangani sistem pemilihan setelah memperoleh sertifikasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). DPMD juga berkoordinasi dengan PLN guna menyediakan genset di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebagai antisipasi gangguan pasokan listrik.
“Kami akan sampaikan laporan final persiapan Pilkades lewat rapat evaluasi menyeluruh pada 20 Oktober atau sebelum memasuki masa tenang kepada Pak Bupati,” ujar Hamid.
Haji Amar, sapaan akrab bupati meminta pemerintah kecamatan memastikan masyarakat di setiap desa mengikuti simulasi tersebut. Dengan begitu, pemilih memahami proses pemungutan suara sebelum hari pelaksanaan.
Bupati juga meminta DPMD segera membuat video pendek yang memperagakan tata cara memilih dengan sistem e-voting. Video itu diharapkan tersebar secara masif kepada masyarakat melalui dukungan AGR sebagai bahan edukasi.
Haji Amar turut mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan AGR menjaga netralitas selama tahapan Pilkades. Anggota AGR diminta tidak terlibat mendukung calon kepala desa tertentu dan tetap menjalankan tugas sebagai bagian dari pemerintahan.
“Kenapa AGR harus netral karena bapak dan ibu mendapat gaji atau honor yang bersumber dari APBD,” tegasnya.
Seluruh perangkat itu digunakan untuk mendukung pelaksanaan pemilihan, termasuk di desa yang membutuhkan lebih dari satu bilik suara. Sosialisasi dan simulasi serentak di desa-desa penyelenggara Pilkades direncanakan berlangsung hingga 17 Oktober 2026. (M-01)
