Baznas KSB Salurkan PMT untuk 200 Balita Stunting se-Sumbawa Barat
Taliwang, MediaKSB, – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 200 balita stunting se-KSB sebagai bentuk kontribusi nyata dalam program percepatan penurunan angka stunting daerah, Selasa (26/5).
Ketua Baznas KSB, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos., menegaskan program PMT ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk kepentingan kesehatan masyarakat yang paling mendasar.
“Kami ingin memastikan dana zakat yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas memberikan dampak langsung dan terukur, khususnya bagi anak-anak yang paling membutuhkan perhatian kita bersama,” bebernya.
Jafar menjelaskan, Baznas KSB memilih program percepatan penurunan stunting sebagai prioritas karena dampaknya menyentuh langsung kualitas generasi penerus Sumbawa Barat. Stunting bukan persoalan sesaat yang bisa diabaikan, melainkan ancaman jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia daerah.
Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang hadir membuka kegiatan ini mengungkapkan angka stunting KSB berdasarkan hasil pengukuran hingga Februari 2026 berada di angka 6,63 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka ini terus menurun melalui kerja sama seluruh pihak secara konsisten.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga penerima manfaat untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak kita. Penanganan stunting membutuhkan perhatian bersama agar generasi masa depan Sumbawa Barat dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.
Di kesematan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., mengapresiasi langkah Baznas KSB yang dinilai memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting. Ia menegaskan persoalan stunting jauh lebih kompleks dari sekadar masalah tinggi badan anak.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan dengan perkembangan otak, daya tahan tubuh, kemampuan belajar, hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Karena itu, penanganannya membutuhkan komitmen yang kuat, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Carlof juga mengajak seluruh keluarga memperhatikan pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pemanfaatan layanan Posyandu dan Puskesmas secara rutin menjadi langkah pencegahan stunting yang paling mudah dan terjangkau bagi seluruh keluarga di KSB.
Kolaborasi Baznas KSB dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan menjadi model gotong royong penanganan stunting yang patut terus diperkuat. Baznas KSB membuktikan dana zakat bisa menjadi instrumen nyata pembangunan kualitas manusia, bukan sekadar bantuan konsumtif yang berhenti pada penyerahan paket. (M-02)
