Bupati KSB Beri Semangat Kelompok Rumah Produksi Sahabat Karib

Maluk, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memberikan semangat kepada kelompok Rumah Produksi Sahabat Karib yang bergerak dalam produksi tepung mocaf, karena bisa berkembang dengan segala keterbatasannya.
“Selamat dengan pembangunan rumah produksinya. Mudah-mudahan ini menjadi langkah baru agar usahanya semakin maju ke depannya,” kata bupati saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Sahabat Karib di desa Mantun, kecamatan Maluk.
H Firin sapaan akrab Bupati KSB mengingatkan, sejauh ini sudah ada dua rumah produksi yang berdiri di KSB. Sebelumnya dirinya telah meresmikan rumah produksi gula aren yang ada di desa Tongo, kecamatan Sekongkang. “Semoga kedepan akan semakin banyak bermunculan rumah-rumah produksi yang baru,” harapnya.
Menurut bupati, dalam berusaha kegagalan menjadi hal yang wajar. Namun demikian hal itu tidak boleh mematahkan semangat pengusaha untuk terus bergerak maju. “Saya melihat perjalanan panjang dari usaha Rumah Produksi Sahabat Karib ini dulu, sepertinya sudah siap masuk pasar. Tinggal dukungan dari kita semua, dan ini harus menjadi perhatian dari pihak terkait. Apa pun bahan lokal yang dibutuhkan saya perintahkan dinas terkait membantu,” perintahnya.
Bupati menyebut, untuk kegiatan UMKM yang bergerak dalam produksi panganan lokal masih sangat besar potensinya. Ia mencontohkan, salah satu panganan lokal dengan bahan baku lokal yang belum disentuh secara serius oleh pelaku UMKM adalah ‘baso siong’ atau jagung sangrai. “Baso Siong ini ada permintaannya bahkan hampir ke luar negeri, tinggal bagaimana caranya agar ini diolah dengan baik, dikemas sedemikian rupa agar bisa menarik,” sebutnya.
H Firin mengakui, untuk membangun UMKM yang berdaya saing tidak cukup para pelaku UMKM yang berjuang. Namun juga perlu ada campur tangan langsung pemerintah melalui dinas teknis. Sebab itu sambung orang nomor satu di KSB ini, setiap OPD yang mengawal kegiatan UMKM baik langsung maupun tidak langsung harus jeli dalam membuat program. “Misalnya tadi baso siong itu. Ada tugas dinas pertanian dan ketahanan pangan bagaimana menyiapkan bahan bakunya. Dinas Koperindag soal pemasarannya,” tegasnya. (M-02)
