Pilkades 2026, DPMD KSB Ingatkan Agen Gotong Royong Jaga Netralitas

Bagikan ke :
Foto: Kepala DPMD KSB, H. Abdul Hamid.
Foto: Kepala DPMD KSB, H. Abdul Hamid.

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengingatkan seluruh Agen Gotong Royong (AGR) untuk menjaga netralitas penuh selama tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung hingga Desember 2026.

DPMD menegaskan para agen harus fokus pada tugas pokok pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat, bukan terlibat dalam penggalangan dukungan politik kepada setiap calon Kepala Desa.

Kepala DPMD KSB, H. Abdul Hamid, M.Pd., menegaskan, posisi Agen Gotong Royong sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat tidak boleh tercemari kepentingan politik praktis di tingkat desa.

“Keterlibatan agen dalam Pilkades berpotensi merusak kepercayaan masyarakat dan mengganggu fungsi pelayanan yang menjadi tanggung jawab utama mereka,” katanya di Forum Yasinan.

Selain soal netralitas Pilkades, Abdul Hamid juga menyoroti persoalan akurasi data penerima bantuan program KSB Maju yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak data warga yang telah meninggal dunia belum diperbarui sehingga distribusi bantuan tidak berjalan tepat sasaran.

“Kami meminta AGR aktif menjemput bola mendampingi masyarakat menerbitkan surat keterangan kematian agar data di Dukcapil akurat. Hal ini akan berdampak pada peningkatan persentase keterdistribusian bantuan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Abdul Hamid menjelaskan, keakuratan data kependudukan menjadi fondasi utama penyaluran bantuan KSB Maju yang benar-benar menyentuh warga yang berhak. Agen Gotong Royong diminta proaktif mendampingi keluarga yang belum melaporkan kematian anggota keluarganya agar data segera diperbarui.

Abdul Hamid juga menyoroti keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba, minuman keras, dan praktik prostitusi yang mengancam ketahanan keluarga di tingkat desa. Persoalan sosial ini dinilai membutuhkan respons nyata dari seluruh AGR yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Tidak perlu menyampaikan ke tetangga jauh, cukup fokus jaga keluarga inti sendiri. Jika 700 agen di Sumbawa Barat melakukan ini, kita akan memiliki 700 keluarga yang terjaga sebagai model bagi kabupaten ini,” tegasnya.

Abdul Hamid meyakini, jika seluruh 700 Agen Gotong Royong di KSB berhasil menjaga ketahanan keluarga masing-masing, dampaknya akan meluas secara organik ke seluruh lapisan masyarakat. Model keluarga yang kuat dan terbebas dari narkoba, minuman keras, dan perilaku menyimpang menjadi fondasi desa yang sehat dan produktif.

DPMD KSB berharap seluruh Agen Gotong Royong memahami besarnya peran mereka dalam dua agenda besar sekaligus yakni menjaga integritas Pilkades serentak 2026 dan memastikan data bantuan KSB Maju tersalurkan secara akurat kepada warga yang benar-benar membutuhkan. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *