Bupati KSB Jadi Pembicara Munas KMTI, Dorong Mahasiswa Teknik Terus Berinovasi
Mataram, MediaKSB, – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., hadir sebagai pembicara dalam Musyawarah Nasional Ke-III Keluarga Mahasiswa Teknik Indonesia (KMTI) tahun 2025 yang digelar di Gedung Dome Universitas Mataram, Senin (07/7).
Kegiatan yang mengangkat tema “Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa Teknik untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Makmur” ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknik Universitas Mataram dan diikuti oleh perwakilan BEM Fakultas Teknik dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati KSB, Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut. Forum tingkat Nasional ini sangat strategis karena mempertemukan mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas tantangan dan peluang di bidang keteknikan yang semakin kompleks.
“Kita harus akui, tantangan keteknikan terus melaju kencang. Kadang kita yang menjadi operator justru tertinggal dibandingkan dengan kemajuan teknologi,” ujar Bupati KSB yang juga merupakan alumni Fakultas Teknik Unram.
H. Amar, sapaan akrabnya menggambarkan betapa jauhnya perbedaan antara dunia teknik saat ia masih menempuh pendidikan dulu dibandingkan dengan sekarang. “Sekarang, segala sesuatu lebih praktis, cukup dengan satu sentuhan. Dunia konstruksi juga semakin adaptif dalam menjawab tantangan industrialisasi dan kondisi alam,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati KSB menekankan, Musyawarah Nasional ini bukan hanya sebagai forum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan inovatif dari kalangan mahasiswa teknik.
“Saya berharap para peserta mampu menjadikan ilmu teknik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, menjawab kebutuhan zaman, dan menciptakan solusi berbasis keilmuan,” harapnya.
Dalam sesi penyampaian materi, H. Amar membagikan berbagai praktik kebijakan Pemerintah KSB, khususnya dalam pengembangan klaster industri baru yang berbasis potensi lokal. Seperti pengembangan klaster pertanian, pariwisata, dan hilirisasi industri di Kawasan Industri Kecamatan Maluk sebagai langkah konkret daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
H. Amar juga mengajak mahasiswa teknik untuk menjadi bagian dari transformasi pembangunan dengan membekali diri melalui kolaborasi, inovasi, dan pemahaman terhadap dinamika lapangan.
“Ilmu teknik harus kita jadikan ladang pengabdian, bukan hanya alat kerja. Dari sini, kita bangun Indonesia yang lebih maju dan makmur,” tutupnya. (M-02)

