Wamen Fahri Hamzah Dorong KSB Jadi Percontohan Nasional Program Perumahan

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, SE, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan program perumahan nasional dan mendorong KSB sebagai daerah percontohan.

Hadir dalam diskusi ini antara lain Sekretaris Daerah KSB drh. Hairul, M.M., para asisten sekda, Kepala Dinas Perkim Novrizal Zainsyah, S.E., serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam diskusi yang berlangsung, Wamen Fahri menegaskan, KSB memiliki potensi besar menjadi pilot project nasional dalam penataan kawasan permukiman, mengingat karakter sosial masyarakat yang kuat dan semangat wirausaha yang tinggi.

“KSB tidak hanya layak menjadi yang terbaik di NTB, tapi juga bisa menjadi contoh nasional. Oleh sebab itu saya mendorong agar KSB dapat menjadi daerah percontohan secara Nasional,” tegasnya pada Senin (07/7).

Fahri juga menekankan pentingnya kesiapan teknis dan kelembagaan daerah dalam menyambut program renovasi tiga juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah pusat. “Selain itu, saya juga mendorong penataan kawasan bantaran sungai dan pesisir sebagai strategi pengembangan kota yang bersih, tertata, dan bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Wamen juga menekankan pentingnya ide dan desain perencanaan. Meski anggaran tersedia, tapi kalau tidak dijalankan dengan konsep atau ide yang matang maka hasilnya juga tidak akan maksimal.

“Oleh karena itu kami juga mendorong agar koperasi lokal seperti Koperasi Merah Putih dilibatkan dalam penyediaan material bangunan, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Sekda KSB, Hairul menyampaikan, KSB telah menyiapkan kawasan Maluk sebagai lokasi prioritas pembangunan. Dukungan data dari Dinas Sosial dan koordinasi lintas sektor juga telah disiapkan untuk menyukseskan program ini.

“Penataan drainase di Kota Taliwang serta pembangunan rumah susun di Kampung Songa turut diusulkan sebagai bagian dari pendekatan terpadu. Kami juga berharap kawasan kumuh bisa direlokasi dan ditata menjadi kawasan layak huni,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda KSB Suhadi, S.P., M.Si., menjelaskan, warga KSB lebih membutuhkan rumah tapak ketimbang rumah susun, karena mayoritas sudah memiliki lahan. “Hal Ini selaras dengan arahan Wamen Fahri yang menyebut bahwa bantuan renovasi rumah tidak layak huni merupakan bagian dari subsidi kolateral tahap kedua,” jelasnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan mempercepat desain kawasan agar KSB bisa menjadi contoh nyata untuk pembangunan perumahan berbasis potensi lokal dan kepemimpinan daerah yang visioner. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *