Program PAUD PRESTASI AMMAN, Antar Guru KSB Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui keterlibatan mereka dalam penyusunan modul pembelajaran berpikir komputasional untuk jenjang PAUD.

Capaian ini lahir dari implementasi Program PAUD Berprestasi dengan Berpikir Komputasi (PAUD PRESTASI) yang digagas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN.

Melalui program PAUD PRESTASI, para guru PAUD KSB tidak hanya mendapatkan peningkatan kapasitas dalam penguatan pra-literasi dan pra-numerasi anak usia dini, tetapi juga mampu mengembangkan praktik pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif dengan pendekatan berpikir komputasional.

Prestasi tersebut semakin bermakna ketika empat guru PAUD KSB dipercaya berkontribusi dalam pengembangan modul nasional berpikir komputasional yang diinisiasi Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal di bawah Direktorat Jenderal GTK PG. Didukung oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation,      AMMAN, dan Yayasan INSPIRASI, kontribusi guru-guru PAUD KSB menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dari KSB mampu berperan strategis dalam peningkatan kualitas PAUD di tingkat nasional.

Foto: Guru PAUD KSB dalam program PAUD PRESTASI AMMAN. Kiri Yundia Pratiwi Nengsi, Tengah Desy Nofita Sari, Kanan Nila Patmaherawati

Kebanggaan atas capaian tersebut juga tercermin dari ungkapan para guru PAUD KSB yang terlibat langsung dalam penyusunan modul nasional berpikir komputasional. Guru TK Negeri 1 Sekongkang, Nila Patmaherawati, S.Pd., mengaku tidak pernah membayangkan dapat berkontribusi hingga ke tingkat nasional. 

“Saya tidak menyangka di titiik sampai membuat modul, apalagi ini modul nasional. Saya pribadi pernah dinilai pekerjaan guru TK bukan apa-apa. Kami juga tidak menyangka sampai dikirim ke Kudus, dan saya bangga dengan prestasi ini,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Ungkapan haru juga disampaikan Desy Nofita Sari, S.Pd., Guru TK Negeri 1 Maluk, yang menilai keterlibatannya dalam penyusunan modul sebagai pencapaian luar biasa dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik. Desy bersyukur atas kepercayaan yang diberikan AMMAN dan tim dari INSPIRASI sebagai mitra pelaksana program PAUD Prestasi di KSB, karena membuka ruang bagi guru PAUD daerah untuk berkontribusi dalam skala nasional.

“Ini adalah pencapaian yang sangat luar bisa karena      saya bisa berkontribusi di tingkat nasional. Terimakasih sudah diberi kepercayaan oleh AMMAN dan tim INSPIRASI untuk melakukan hal besar ini, kalau tidak ada mereka siapa sih kita ini,” katanya dengan penuh haru.

Sementara itu, Guru TK Negeri 1 Jereweh, Ermawati, S.Pd., mengaku keikutsertaannya dalam program ini menjadi titik balik atas mimpi besarnya. Erma tidak pernah membayangkan dapat berada di tengah para pendidik inspiratif dari berbagai daerah dan menyampaikan ide serta gagasan di hadapan banyak orang.“Saya di sini tidak pernah berfikir bisa berada di tengah orang-orang hebat. Mimpi besar saya adalah ingin berdiri dan berbicara di depan orang banyak menyampaikan ide dan gagasan, Alhamdulillah AMMAN mewujudkannya. Saya sangat bersyukur dan terimakasih banyak untuk AMMAN,” bebernya.

Foto: Guru TK Negeri 1 Jereweh, Ermawati, saat menerangkan model komputasional

Rasa syukur juga dirasakan Yundia Pratiwi Nengsi, S.Pd., Guru TK Negeri 1 Sekongkang yang masih berstatus honorer. Meski bukan ASN, ketekunan dan proses pembelajaran bersama membuatnya mampu mencapai prestasi yang sama dan bertukar pengalaman dengan guru TK dari seluruh Indonesia 

“Saya sangat terharu, apalagi tiga guru yang lain ini ASN sedangkan saya masih honorer. Namun dengan ketekunan dan bimbingan dari yang lain, saya berhasil mencapai titik ini dan bertukar pengalaman dengan guru TK dari seluruh Indonesia,” ucapnya dengan bangga.

Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menyampaikan, Program PAUD PRESTASI AMMAN dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran anak usia dini, tetapi juga untuk membuka ruang partisipasi dan kepercayaan diri para pendidik agar berani bermimpi lebih besar.

“Semoga capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi guru PAUD lainnya, sekaligus memperkuat komitmen kolaboratif dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkelanjutan dan berdampak luas. Bukan hanya untuk KSB, tapi untuk Indonesia,” pungkasnya. (M-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *