Diskoperindag KSB: Layout Pasar Tanah Mira Akan Diubah

Bagikan ke :
Foto: Diskoperindag KSB Tinjau Lokasi Tanah Mira
Foto: Diskoperindag KSB Tinjau Lokasi Tanah Mira

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mengubah tata letak atau layout Pasar Tanah Mira dalam revitalisasi tahap II tahun 2026. Perubahan ini bertujuan mengonsentrasikan akses masuk pasar hanya melalui satu pintu guna mempermudah pengendalian arus kendaraan.

“Renovasi kali ini kita akan rubah layout pasar agar bisa terkonsentrasi lewat satu pintu,” ujar Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman kepada media ini, Selasa (14/7).

Suryaman mengatakan, selama ini pengendalian parkir kendaraan di area menghadap terminal sulit dilakukan karena adanya jalur masuk lain yang kerap digunakan masyarakat.

“Jadi di arah menghadap ke terminal itu kan ada jalan masuk, itu sulit kita control parkir kendaraannya, kita buat portal atau penghalang tetap disurak ujung-ujungnya,” akunya.

Melihat permasalahan tersebut, Diskoperindag berencana menutup akses masuk dari titik tersebut dengan membangun deretan kios baru.

“Jadi kita akan tutup dengan bangunan, supaya masuknya nanti lewat satu pintu, lewat depan semua, tidak ada pintu lain,” bebernya.

Suryaman menyebut perubahan layout ini merupakan bagian dari revitalisasi tahap II Pasar Tanah Mira yang anggarannya sedang dibahas dalam APBD Perubahan 2026 senilai Rp15 miliar.

Selain penataan ulang akses, revitalisasi turut mencakup perbaikan bagian depan pasar, dimana terdapat ruko pedagang emas yang kondisinya sudah rusak parah, serta pembangunan sejumlah bangunan baru di bagian belakang pasar.

Suryaman menargetkan proses pembangunan dapat langsung dimulai setelah APBD Perubahan 2026 resmi disahkan. Terkait pedagang yang terdampak renovasi, Suryaman memastikan mereka akan direlokasi sementara selama masa pembangunan berlangsung.

“Jelas kita akan relokasi untuk sementara. Cuman untuk pedagang emas ini sedang kita carikan formulasinya. Karena in ikan beda dengan sayur, kalo pedagang sayur kan lebih mudah barang jualannya,” katanya.

Suryaman menceritakan bahwa para pedagang emas telah bertemu dengan kepala pasar dan pada prinsipnya telah menyetujui rencana relokasi yang akan dilakukan, meski lokasi pasti masih memerlukan kesepakatan lebih lanjut.

Suryaman menyebut ada opsi menempatkan pedagang di beberapa ruko rusak untuk sementara dengan perbaikan minor yang dibebankan kepada pedagang. Opsi tersebut akan dibicarakan lebih lanjut bersama pedagang terdampak.

“Kalau tidak sepakat ya kita carikan opsi lain, nanti akan kita bahas lebih lanjut,” sambungnya.

Mengenai target penyelesaian, Suryaman menegaskan seluruh proyek termasuk perubahan layout tetap dijadwalkan rampung pada 31 Desember 2026. Suryaman optimistis target tersebut dapat tercapai lebih awal dibanding renovasi pasar tahap satu yang baru berkontrak pada bulan Oktober.

“Kami target di September sudah berkontrak, jadi kami optimis bisa rampung lebih awal,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *