Wabup KSB Pantau Pengelolaan Limbah Cair Warga Kuang

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Wabup KSB, Hanipah, saat periksa limbah (Foto: Prokopim KSB)
MEDIAKSB – Wabup KSB, Hanipah, saat periksa limbah (Foto: Prokopim KSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah memantau pengelolaan limbah cair rumah tangga di Karang Kuta, Lingkungan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kamis (22/10). Pemantauan itu untuk melihat perkembangan penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pengelolaan limbah cair di lingkungan warga.

Pengelolaan limbah cair rumah tangga merupakan pilar kelima STBM. Didampingi Camat Taliwang, Nurdin dan para Agen Gotong Royong (AGR), Hanipah menyusuri gang-gang permukiman warga. Wabup memeriksa kondisi drainase dan lokasi pembuangan limbah cair, mulai dari Karang Kuta di samping SMPN 1 Taliwang hingga depan Kantor Kelurahan Kuang.

Dari hasil pantauannya, Wabup menilai pengelolaan limbah cair oleh warga Kuang perlahan mulai terkendali. Hanipah berharap upaya tersebut terus dioptimalkan dan dipertahankan ke depan. Wabup juga menginstruksikan camat agar dukungan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan tersebut turut dimaksimalkan.

“Dukungan para ASN di lingkungan ini juga harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Salah seorang warga, Aini mengakui pengelolaan limbah cair rumah tangga di lingkungannya menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, warga tidak lagi membuang air limbah langsung ke selokan umum. Meski begitu, masih ada saluran resapan milik warga yang diduga sudah penuh.

“Kalau untuk limbah air rumah tangga sudah tidak ada yang tergenang. Sudah tidak ada yang membuang air limbah itu di dalam selokan. Cuma karena mungkin ada yang satu resapannya yang sudah full jadi keluar ke selokan,” ujar Aini di sela kegiatan gotong royong.

Selain limbah cair, Aini menyebut pengelolaan sampah rumah tangga sebagai pilar keempat STBM juga masih perlu diperkuat. Warga dinilai perlu terus dibiasakan membuang sampah pada tempatnya, terutama sampah plastik, untuk menjaga kebersihan permukiman.

Aini berharap penerapan STBM turut didukung penyediaan sarana sanitasi sesuai kebutuhan warga. Aini menilai dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diperlukan, terutama bagi warga yang belum memiliki jamban sehat maupun fasilitas pembuangan sampah.

“Sebenarnya dukungan dinas seperti PU dan di dinas-dinas terkait. Seperti misal ada warga yang membutuhkan jamban sehat, dikasih jamban. Ada yang butuh tempat pembuangan sampah, kayak bak sampah itu yang perlu,” harapnya.

Ke depan, penguatan STBM di Lingkungan Kuang diharapkan berjalan melalui keterlibatan masyarakat dan kegiatan gotong royong. Dukungan pemerintah juga dibutuhkan agar pengelolaan limbah cair dan sampah rumah tangga dapat berlangsung secara berkelanjutan. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *