Bupati Minta Pengurus Kwarcab Pramuka KSB Tak Setengah-setengah

TALIWANG, MEDIAKSB – Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, meminta pengurus baru Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa Barat masa bakti 2026–2031 tidak setengah-setengah menjalankan organisasi.
Bupati KSB menilai, Gerakan Pramuka sudah memberi pengaruh bagi masyarakat, bahkan ketika organisasinya dalam kondisi pasif. Dampak tersebut, menurutnya, akan jauh lebih besar jika seluruh pengurus bergerak optimal mengambil peran di tengah masyarakat.
“Mau tidak mau, terlibat atau tidak terlibat, gerakan Pramuka itu sebenarnya sudah berdampak. Apalagi kalau kita mengaktifkan, mengoptimalkan, dan mengambil peran di dalamnya, maka dampaknya tentu akan jauh lebih besar,” ujarnya, Jumat (30/10).
Selain pengurus Kwarcab, Haji Amar, sapaan akrab Bupati juga melantik jajaran Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Sumbawa Barat. Pelantikan turut dihadiri Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTB, Fathul Gani.
Bupati juga meminta pengurus segera bergerak memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mendukung kegiatan kepramukaan. Fasilitas yang ada harus menjadi sarana memperluas pembinaan dan memastikan manfaat Gerakan Pramuka benar-benar dirasakan generasi muda.
“Pramuka ini luar biasa, banyak manfaatnya. Fasilitas yang kita miliki saat ini harus menjadi alat untuk memastikan bahwa gerakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh generasi muda kita,” tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Kwarcab Sumbawa Barat yang baru dilantik, Hanipah, menyatakan kesiapan menyusun langkah kerja yang konkret. Langkah itu akan dituangkan dalam peta jalan kegiatan hingga ke tingkat gugus depan.
Hanipah juga memastikan pengelolaan organisasi, termasuk penggunaan anggaran, akan diawasi oleh LPK yang turut dikukuhkan dalam pelantikan tersebut. Pengawasan ini diharapkan memperkuat tata kelola organisasi agar berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
“Dengan begitu, setiap program kepramukaan di Sumbawa Barat tidak hanya terlaksana, tetapi juga didukung pengelolaan organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Fathul Gani mengingatkan pengurus baru tentang tanggung jawab yang kini mereka emban. Menurutnya, keberhasilan kepengurusan tidak cukup diukur dari terbentuknya struktur organisasi.
“Ukuran keberhasilan justru terletak pada pelaksanaan kegiatan dan kontribusi nyata Gerakan Pramuka di tengah masyarakat,” bebernya.
Ke depan, penguatan Gerakan Pramuka di Sumbawa Barat diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, dan karakter. Dukungan fasilitas, tata kelola yang akuntabel, serta keterlibatan aktif pengurus menjadi kunci mewujudkan manfaat tersebut di Bumi Pariri Lema Bariri. (M-02)
