Gandeng Akademisi, Distan KSB Kaji Pembentukan UPTD Baru

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggandeng akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram (UNRAM) untuk menyusun kajian akademik pembentukan UPTD Pembenihan dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Seminar awal penyusunan kajian tersebut digelar pada Jumat (30/10).
Dosen Fakultas Pertanian UNRAM, A. Farid Hemon, menyebut akademisi UNRAM terlibat sebagai tim ahli dalam kolaborasi ini. Kajian diarahkan untuk menjawab persoalan ketersediaan benih dan manajemen pengelolaan alsintan di KSB.
“Bagaimana kita menyediakan UPTD dalam rangka menjawab persediaan benih dan manajemen pengelolaan alat mesin pertanian. Itu yang ingin kita kaji,” ujar Farid kepada wartawan.
Kajian tersebut berlangsung hingga Desember 2026 dan turut menghimpun masukan dari kelompok tani sebagai narasumber. Farid menjelaskan salah satu keluhan utama petani KSB saat ini adalah benih yang tersedia tetapi tidak bermutu karena belum ditangani dengan baik.
“Benih ada, tapi tidak bermutu. Misalnya harusnya tumbuh 100 persen, ternyata hanya 60 persen,” akunya.
Menurut Farid, Dinas secara teknis memiliki banyak urusan koordinasi dan manajemen sehingga sulit untuk fokus mengembangkan benih unggul. Karena itu, dibutuhkan lembaga khusus yang menangani pembenihan dan pengelolaan alsintan secara profesional dan fungsional.
“UPTD inilah yang nanti secara eksekusi menangani hal-hal teknis dan operasional terkait pembenihan dan Alsintan,” jelasnya.
Tim ahli akan merumuskan sumber daya, anggaran, hingga struktur kepangkatan UPTD. Hasil simulasi awal cenderung merekomendasikan UPTD tipe A karena luasnya cakupan wilayah operasional.
Kajian juga memasukkan data jumlah petani, kelompok tani, dan penangkar di setiap kecamatan. Data itu menjadi dasar model distribusi benih dan alsintan agar mampu menjangkau seluruh petani secara adil.
Kepala Bidang Produksi Pertanian pada Distan KSB, Syamsul Rijal menilai, pembentukan UPTD sangat penting untuk mendukung program prioritas KSB Maju Pertanian dan KSB Maju Luar Biasa. Syamsul Rijal mengakui Distan kewalahan memenuhi kebutuhan alsintan petani saat musim panen.
“Saat panen puncak, kami harus memberi pelayanan yang maksimal dengan jumlah alsintan yang ada,” ungkapnya.
Saat ini, Distan telah menyebar 12 unit mesin combine ke setiap kecamatan untuk melayani kebutuhan panen petani. Pengelolaan mesin combine tersebut pun mulai menyumbang pendapatan bagi daerah.
“Alhamdulillah di triwulan pertama kami bisa menghasilkan Rp600 juta dari pengelolaan mesin combine, belum dari alsintan yang lain,” ungkap Syamsul. (M-03)
