‘Totang Budaya Dita’ Dikbud KSB Gelar Pekan Kebudayaan Daerah

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), telah sukses menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tahun 2023. Kegiatan dengan mengusung tema “Totang Budaya Dita” menjadi sangat penting, karena ada edukasi secara langsung tentang kebudayaan kepada pelajar selaku peserta.

“Kami berharap kepada para pelajar, peserta lomba dan masyarakat secara luas dapat terus mengenal dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki Bumi Pariri Lema Bariri ini,” kata Abdul Munir selaku kabid kebudayaan pada Dikbud KSB.

Lanjut Munir sapaan akrabnya, melalui tema besar itu juga diharapkan dapat terus melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya yang kita miliki kepada masyarakat. “Salah satu semangat besar dari kegiatan tahunan ini adalah, memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda dengan cara melaksanakan lomba,” ungkapnya.

Disampaikan Munir, kegiatan PKD tahun ini diisi dengan dua macam perlombaan, yakni perlombaan kesenian daerah dan pertandingan olahraga atau permainan daerah. Lomba kesenian daerah di antaranya adalah lomba Kolaborasi Batutur Teater dan Lomba Malangko. Sementara Lomba Permainan Daerah di antaranya adalah Lomba Balap Egrang Estafet dan Lomba Balap Tarompah Panjang.

“Kegiatan perlombaan tahun ini diisi dengan dua macam perlombaan, ada kesenian dan ada permainan daerah. Untuk ketentuan ada di juknis dan kami sampaikan saat technical meeting. Semua insya Allah sesuai jadwal,” ucap Munir.

Seperti yang disampaikan Munir, bahwa PKD tahun ini dilaksanakan pada tanggal 11-16 Desember untuk lomba kesenian, dan untuk olahraga atau permainan daerah akan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 11-13 Desember.

Terkait hadiah bagi juara Munir menyampaikan bahwa terdapat juara I, II, dan III dari masing-masing lomba. Juga akan diberikan hadiah uang pembinaan bagi para pemenang, namun hadiah baru dapat dicairkan beberapa saat setelah kegiatan selesai. “Untuk hadiah akan kami berikan simbolis terlebih dahulu, setelah itu pemenang dapat mengambil ke Dinas,” ujarnya.

Harapan Munir kepada para peserta, agar dapat bertanding dengan jujur dan menjunjung tinggi sportifitas. Bukan hanya soal menang dan kalah, namun bagaimana kita mengingat dan melestarikan budaya kita. “Harapannya tetap jujur dan sportif, menang kalah penting, tapi yang lebih penting adalah melestarikan budaya yang kita miliki,” harapnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *