Aplikasi SAMBURA Hadir Selamatkan Lagu Daerah Sumbawa

Bagikan ke :
Foto: Desain awal aplikasi SAMBURA

Sumbawa, MediaKSB, — Lagu daerah Sumbawa terancam punah akibat arus globalisasi yang semakin deras. Merespons ancaman itu, penerima Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI, Luthfiyah Kurniawati, menciptakan aplikasi mobile “SAMBURA” (Samawa Budaya Nusantara). Aplikasi ini berjalan di Android dan iOS sebagai platform dokumentasi, edukasi, dan promosi lagu-lagu daerah Sumbawa.

Luthfiyah melihat minimnya media digital yang mendokumentasikan budaya lokal sebagai akar masalah utama. “Lagu daerah Sumbawa perlahan kehilangan peminat, terutama di kalangan generasi muda,” katanya.

“Kami butuh solusi inovatif berbasis teknologi yang menarik dan mudah diakses oleh siapa pun,” sambung Upi kerap disapa.

Pengembangan SAMBURA dimulai sejak Februari 2026. Tim terdiri atas akademisi, pengembang aplikasi, seniman lokal, dan budayawan Sumbawa. Mereka bahu-membahu menginventarisasi lagu daerah Sumbawa secara menyeluruh. Setelah riset tuntas, tim mendokumentasikan dan mendigitalisasi lagu, mencakup audio, lirik, hingga makna budaya di baliknya.

“Kami ingin setiap lagu tidak sekadar tersimpan, tetapi dipahami konteks budayanya secara mendalam,” beberapa Upi.

Tim menggunakan pendekatan kolaboratif yang memadukan teknologi dengan nilai-nilai budaya lokal. Komunitas seni, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum terlibat aktif dalam proses ini.

Saat ini SAMBURA memasuki tahap uji coba dan penyempurnaan sebelum diluncurkan kepada publik. Peluncuran resmi masuk agenda Festival Karya Budaya pada 23 Agustus 2026. Acara terpusat di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, sebagai ruang publik strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Tim juga menggelar pertunjukan budaya sebagai media promosi dan edukasi.

“Generasi muda harus menjadi pengguna utama aplikasi ini. Dengan teknologi di tangan mereka, pelestarian budaya bisa berjalan lebih organik dan berkelanjutan,” tegas Upi.

Program berjalan hingga September 2026. Setelah festival, tim mengevaluasi aplikasi dan menyebarluaskannya lewat media digital serta jaringan komunitas. Luthfiyah menargetkan SAMBURA membangun ekosistem pelestarian budaya digital yang bertahan lama.”Ini bukan sekadar aplikasi. Ini jembatan antara generasi muda dan warisan budaya Sumbawa,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *