Diskan KSB Siap Kembangkan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan pengembangan masif budidaya ikan sistem bioflok ke seluruh wilayah KSB melalui program KSB Maju Luar Biasa.
Kepala Diskan KSB, Agus Purnawan, menegaskan teknologi bioflok menjadi solusi perikanan berkelanjutan yang selama ini cocok untuk para pembudidaya di KSB. Bioflok mampu menghemat penggunaan air secara signifikan sekaligus menghasilkan produktivitas jauh di atas rata-rata budidaya konvensional.
“Wadah kecil dan terbatas, dan hasilnya di atas rata-rata,” bebernya.
Agus mengatakan, keberhasilan bioflok di Dasan Anyar bukan sekadar hasil sesaat yang tidak bisa direproduksi. Hampir satu dekade sistem ini berjalan membuktikan bioflok layak dan teruji sebagai model pengembangan perikanan unggulan KSB.
“Buktinya sejak 2018 sampai sekarang masih berjalan,” tegas Agus, menekankan konsistensi dan ketahanan sistem bioflok yang dikembangkan Diskan KSB selama ini.
Agus menjelaskan, perikanan berkelanjutan membutuhkan perhatian pada empat faktor utama secara bersamaan. Keempat faktor itu mencakup kesesuaian tata ruang, manajemen kualitas air, manajemen pakan yang baik, dan penerapan teknologi ramah lingkungan secara terpadu.
Selama ini Diskan KSB fokus mendampingi pembudidaya di Dasan Anyar untuk memahami manajemen air dan pakan sebagai dua elemen paling kritis dalam sistem bioflok. Pendampingan intensif ini berhasil meningkatkan kemampuan pembudidaya lokal mengelola kolam secara mandiri dan produktif sepanjang tahun.
Keberhasilan Dasan Anyar kini menjadi modal besar Diskan KSB melangkah lebih jauh dan lebih luas. Program KSB Maju Perikanan dalam kerangka KSB Maju Luar Biasa dirancang mengembangkan bioflok secara masif dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Sekarang KSB Maju Perikanan ini akan coba kami kembangkan secara masif. Kami akan memikirkan dari hulu sampai ke hilir, dari bibit, pengembangan, dan potensi pasarnya. Sekarang sedang kami siapkan,” jelas Agus.
Pendekatan hulu ke hilir ini memastikan pembudidaya tidak hanya mampu berproduksi secara optimal. Diskan KSB juga menjamin kepastian akses pasar bagi setiap pembudidaya yang bergabung dalam ekosistem bioflok yang sedang dibangun pemerintah daerah.
“Dengan sistem yang baik ini kami bisa beri jaminan ke petani atau pembudidaya. Ayo kita tinggalkan cara lama dan berkolaborasi menghasilkan ekosistem budidaya yang berkelanjutan,” ajak Agus.
Agus memastikan model yang sudah terbukti di Dasan Anyar menjadi acuan pengembangan di daerah lain. Tinggal bagaimana program KSB Maju Luar Biasa mampu mendorong replikasi secara sistematis dan terukur di seluruh wilayah KSB. (M-02)
