Arus Balik Lebaran Meningkat, Lintas Kayangan–Poto Tano Siaga 10 Kapal

Poto Tano, MediaKSB, – Arus balik Lebaran 2026 di lintas Kayangan – Poto Tano menunjukkan peningkatan signifikan akhir pekan lalu. Dinas Perhubungan NTB menyiapkan skema antisipasi untuk menjaga kelancaran arus balik. Sebanyak 10 kapal aktif dikerahkan melayani penyeberangan.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub NTB, Khaerus Sobri, menyebut peningkatan terjadi secara bertahap. Lonjakan mulai terasa sejak H+3 Lebaran.
“Puncak arus balik terjadi pada H+5 hingga H+7. Kami sudah siapkan armada untuk mengantisipasi lonjakan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Khaerus Sobri menjelaskan, arus balik didominasi kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Penumpang berasal dari Pulau Sumbawa menuju Lombok. Kondisi di pelabuhan menunjukkan antrean kendaraan mulai meningkat. Petugas mengatur arus masuk untuk menghindari penumpukan.
PT ASDP Indonesia Ferry juga memastikan layanan berjalan optimal selama puncak arus balik. Seluruh armada dalam kondisi siap operasi. General Manager ASDP Kayangan, Erlisetya Wahyudi, menyebut tren peningkatan terus terjadi hingga akhir pekan.
“Arus balik mengalami peningkatan signifikan pada H+5 hingga H+7. Kami pastikan pelayanan tetap lancar,” katanya.
ASDP menerapkan pola operasi fleksibel untuk mengatur jadwal kapal. Sistem tiket online juga diberlakukan untuk mempercepat proses pelayanan. Petugas menyiapkan buffer zone untuk mengurai antrean kendaraan. Posko pelayanan terpadu juga beroperasi selama 24 jam.
Selain itu, pengamanan diperkuat di area pelabuhan. Aparat gabungan mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban. Peningkatan arus balik juga dipicu berakhirnya masa libur panjang Lebaran. Terutama aktivitas sekolah yang kembali normal pada pekan berikutnya.
Erlisetya Wahyudi terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk memastikan kelancaran arus. Evaluasi dilakukan secara berkala di lapangan. “Kami terus memantau kondisi dan melakukan penyesuaian jika terjadi lonjakan,” ujarnya.
Pemerintah berharap arus balik berjalan aman dan tertib. Pelayanan maksimal menjadi fokus utama selama periode puncak. Lintas Kayangan–Poto Tano menjadi jalur vital penghubung Lombok dan Sumbawa. Kelancaran arus balik menjadi indikator kesiapan transportasi di NTB. (M-02)
