BPBD KSB Usulkan Anggaran BTT untuk Droping Air Bersih

Bagikan ke :
Foto: Kepala BPBD KSB, Abdullah
Foto: Kepala BPBD KSB, Abdullah

Taliwang, MediaKSB, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengusulkan pencairan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Permintaan bantuan air bersih telah masuk dari warga Desa Seloto dan Desa Poto Tano sejak awal musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah mengatakan, Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, menjadi salah satu wilayah pertama yang mengajukan permohonan bantuan. Kesulitan air bersih dialami warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan dataran tinggi. Selain Seloto, permintaan serupa juga datang dari warga Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, BPBD KSB saat ini mengusulkan pencairan anggaran BTT sebagai dasar pembiayaan kegiatan droping air bersih. Abdullah menegaskan proses administrasi pencairan anggaran tidak akan menghambat penyaluran bantuan kepada warga.

“Pencairan BTT ada mekanismenya. Tapi insyaallah tidak akan menghambat proses penyaluran air bersih kepada warga secepatnya,” akunya.

Abdullah menyebut, pemerintah telah menetapkan status siaga kekeringan di KSB sebagai bentuk kesiapan menghadapi puncak musim kemarau tahun ini.

“Status siaga kekeringan sudah kita tetapkan. Artinya, kesiapan kita menghadapi musim kemarau tahun ini sudah benar-benar sangat siap,” bebernya.

BPBD KSB terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan membuka kemungkinan perluasan bantuan ke wilayah lain apabila dampak kekeringan semakin meluas. Abdullah mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan pasokan air. BPBD KSB berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memetakan wilayah rawan kekeringan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan merata di seluruh KSB.

Selain droping air bersih, BPBD KSB juga menyiapkan sejumlah armada tangki air yang siaga untuk mempercepat distribusi begitu anggaran BTT dicairkan. Abdullah menuturkan koordinasi lintas instansi turut dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memastikan sumber air cadangan tetap tersedia selama musim kemarau berlangsung.

“Kami minta agar masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih dan tidak menunggu kondisi semakin kritis sebelum melaporkan kebutuhan bantuan kepada pihak berwenang,” tutupnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *