BRIDA KSB Kembangkan Kurma untuk Klaster Ekonomi Baru

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Bimtek budisaya kurma oleh BRIDA KSB (Foto: BRIDA KSB)
MEDIAKSB – Bimtek budisaya kurma oleh BRIDA KSB (Foto: BRIDA KSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) KSB mengembangkan budidaya kurma sebagai klaster ekonomi baru berbasis masjid pada Jumat (6/11/2026). Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya kurma menyasar kemandirian ekonomi umat.

Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah menyebut, budidaya kurma diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru. Mars ingin masjid menjadi pusat pemberdayaan umat melalui berbagai kegiatan produktif, seperti budidaya ikan, kurma, dan usaha berbasis syariah.

“Kami ingin menciptakan ekosistem berbasis masjid. Masjid memakmurkan jamaah dan jamaah memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Saat ini, 35 batang pohon kurma unggul telah tertanam di halaman Masjid Agung Darussalam sebagai model percontohan. Mars menilai langkah itu membuka nilai tambah bagi warga yang datang ke masjid.

“Masyarakat yang datang ke masjid tidak hanya mendapatkan manfaat spiritual, tetapi juga nilai tambah ekonomi,” tuturnya.

Mars menjelaskan, pengelolaan usaha nantinya melibatkan lembaga khusus di luar struktur kepengurusan masjid. Langkah itu bertujuan agar kegiatan ekonomi berjalan lebih fokus, profesional, dan produktif.

Menurut Mars, kurma memiliki peluang ekonomi menjanjikan sekaligus mendukung visi Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, dalam menciptakan klaster-klaster ekonomi baru.

“Potensi tanah di Pulau Sumbawa perlu dikaji untuk mendukung keberhasilan budidaya kurma,” jelasnya.

BRIDA KSB berkomitmen terus memfasilitasi dan mendampingi pengembangan kurma di tengah masyarakat. Pendampingan itu bertujuan agar inovasi tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi memberikan hasil nyata.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Ukhuwah Datu Nusantara (UDAN) Lombok Utara, yakni Uwak Dolla, Suharman, dan Sulaiman. Peserta terdiri atas penyuluh pertanian se-KSB, pengurus Masjid Agung Darussalam, pencinta kurma, aparatur BRIDA, serta pengurus masjid yang memiliki tanaman kurma.

Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB sekaligus pelaksana kegiatan, Indra Jaya menjelaskan, Bimtek dirancang interaktif dan aplikatif. Selain menerima materi di ruangan, peserta mempraktikkan langsung teknik penanaman dan pemeliharaan kurma yang tepat.

“Peserta juga akan diajak langsung mempraktikkan cara menanam dan melakukan pemeliharaan kurma yang benar,” tuturnya.

Indra menambahkan peserta dapat berdialog langsung dengan narasumber selama kegiatan. Harapannya, ilmu dari kegiatan tersebut dapat diterapkan di tempat masing-masing.

“Kami ingin membangun interaksi dua arah dengan para narasumber agar ilmu yang diperoleh lebih praktis dan mudah diterapkan,” tutupnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *