BRIDA KSB Targetkan Dua Inovasi Daerah Ber-HAKI pada 2026

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan dua produk inovasi daerah hasil lomba riset dan inovasi dapat didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada tahun 2026.

Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah, S.Hut., M.Si., CGCAE. mengatakan, target tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memastikan inovasi daerah memiliki perlindungan hukum dan berpotensi agar dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

“Tahun 2026 ini kami rencanakan paling tidak minimal dua produk hasil lomba inovasi yang bisa kita daftarkan HAKI,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (23/1).

Menurut Mars, proses menuju pendaftaran HAKI telah mulai disiapkan sejak awal. BRIDA KSB sebelumnya telah menggelar lomba riset dan inovasi yang mendukung pembangunan daerah serta rapat koordinasi dengan BRIDA Provinsi NTB.

“Kami sudah kami rapat dengan BRIDA NTB dan BRIN pusat, masukannya ada sosialisasi sekaligus diseminasi untuk hasil inovasi itu,” jelasnya.

Langkah lanjutan yang akan dilakukan BRIDA KSB adalah kembali mengundang para pemenang lomba inovasi daerah. Tujuannya, mematangkan aspek substansi, kebaruan, hingga kelayakan inovasi agar siap didaftarkan secara resmi.

“Nanti kami undang lagi para pemenang lomba inovasi, kita matangkan inovasi yang menang itu. Paling enggak ya ada dua yang kita bawa sampai ke HAKI,” katanya.

Mars menambahkan, lomba inovasi yang digelar BRIDA KSB memiliki cakupan hingga skala nasional, sehingga kualitas dan standar inovasi yang dihasilkan harus benar-benar diperhatikan.

“Kompetisinya kan bisa sampai nasional. Jadi memang harus kita siapkan betul-betul,” ujarnya.

Dorongan terhadap inovasi daerah juga sejalan dengan arahan Bupati Sumbawa Barat yang secara konsisten menekankan pentingnya inovasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Mars menyebut, inovasi merupakan kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan.

“Bupati di mana-mana selalu menyampaikan OPD harus berinovasi, harus berinovasi betul-betul,” ungkapnya.

Selain mendorong HAKI, BRIDA KSB juga memberi perhatian serius pada peningkatan Indeks Inovasi Daerah yang dinilai oleh Kementerian Dalam Negeri. Saat ini, Kabupaten Sumbawa Barat masih berada pada kategori “Kabupaten Inovatif”. “Kita concern ke sana. Mudah-mudahan tahun ini (2026) kita bisa naik menjadi Kabupaten Sangat Inovatif,” pungkas Mars. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *