Bupati KSB: Pameran Pembangunan Untuk Menyatukan Pemahaman Program Daerah
Taliwang, MediaKSB, – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan bahwa Pameran Pembangunan merupakan momentum strategis untuk menyatukan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap arah program pembangunan daerah.
Menurut H. Amar, sapaan akrab Bupati, pameran sebagai rangkaian dalam menyambut Harlah KSB ke-22 ini berfungsi sebagai ruang belajar publik agar masyarakat tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi memahami kerangka kerja program yang dijalankan pemerintah.
“Pameran pembangunan ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman tentang program daerah, mengenal dan mengimplementasikan Kartu Sumbawa Barat Maju,” ujarnya, saat membuka pameran beberapa waktu lalu.
Dengan menghadirkan 60 stan dari OPD, BUMD, instansi vertikal, perbankan, perguruan tinggi, dan Agen Gotong Royong, pameran ini diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat dalam memahami capaian pembangunan secara utuh.
Salah satu inovasi yang mendapat sorotan dalam kegiatan ini adalah digelarnya “Lomba Cerdas Maju Luar Biasa” yang melibatkan 50 desa. Bupati menilai lomba ini bukan sekadar kompetisi pengetahuan, tetapi sarana kolaboratif untuk memperkuat implementasi program Kartu Sumbawa Barat Maju dan gerakan KSB Maju Luar Biasa di tingkat desa.
“Edukasi semacam ini akan memperkuat pemahaman warga tentang fungsi dan manfaat program daerah,” katanya.
Mengusung tema Transformasi Digital Mendukung Percepatan Implementasi KSB Maju Luar Biasa, pameran tahun ini diarahkan menjadi media edukatif yang memantik inovasi dan memperkuat integrasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pemanfaatan teknologi harus menjadi pondasi dalam penguatan pelayanan publik dan pengelolaan data menuju pemerintahan yang responsif dan adaptif,” tambah Bupati.
H. Amar juga mengapresiasi semangat para peserta yang menampilkan capaian secara terbuka. Menurutnya, masyarakat harus diberikan ruang untuk memahami proses pembangunan, bukan sekadar melihat hasil akhir.
“Dengan begitu, kolaborasi antara pemerintah dan warga dapat berjalan lebih efektif. Bukan sekadar menampilkan apa yang sudah dilakukan,” tegasnya. (M-01)

