Diskan: KSB Maju Luar Biasa Selaras Dengan Program KKP

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyebut Program KSB Maju Luar Biasa selaras dengan enam program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan
Kepala Diskan KSB Agus Purnawan, S.Pi., MM., mengatakan sinergi tersebut bukan sekadar pemenuhan instruksi pusat, melainkan langkah konkret mengamankan stok pangan hewani untuk kebutuhan daerah.
“KSB saat ini berada dalam fase akselerasi menuju kedaulatan pangan sektor perikanan, jadi memang selaras dengan KKP,” akunya, Selasa (14/7).
Agus menjelaskan, langkah pertama difokuskan pada penguatan infrastruktur sosial dan ekonomi nelayan. Dua titik vital, yakni Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Poto Tano dan Desa Labuhan Lalar, tengah dipacu perkembangannya agar menjadi pusat aktivitas nelayan yang mandiri dan produktif.
“Selain itu, Desa Meraran disiapkan menjadi sentra produksi perikanan air tawar utama di KSB. Tahun depan, fisik sentra produksi di Desa Meraran akan mulai berdiri. Pembangunannya akan diintegrasikan dengan kegiatan budidaya skala besar agar dampaknya segera dirasakan masyarakat,” sambung Agus.
Salah satu sorotan utama program ini adalah terobosan budidaya Nila Salin tahap satu di Desa Dasan Anyar. Meski belum ada revitalisasi tambak besar, Diskan KSB memilih jalur cepat dengan memanfaatkan lahan eks tambak masyarakat seluas dua hektare di desa Dasan Anyar.
“Dua hectare lahan di Dasan Anyar akan menjadi pusat pengembangan Nila Salin yang juga akan diperluas secara bertahap,” bebernya.
Agus menegaskan, langkah ini menjadi jawaban atas ketergantungan pasokan nila yang selama ini kerap menjadi masalah di KSB. Selain proyek berskala besar, Diskan KSB turut memperhatikan pelaku usaha kecil melalui penguatan kolam rakyat di seluruh kecamatan.
“Kolam bundar, tanah, maupun beton milik masyarakat juga mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk dikembangkan secara masif. Harapan kami program ini nantinya mampu meningkatkan produksi perikanan secara signifikan di KSB,” kata Agus.
Menurut Agus, dengan gerak cepat sinkronisasi program ini, KSB tidak lagi menempatkan diri sebagai daerah pengikut, melainkan lokomotif baru dalam mendukung visi kedaulatan pangan nasional dari sektor perikanan. Diskan KSB berkomitmen mengawal seluruh program hingga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Agus juga menegaskan, seluruh langkah tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait antara penguatan infrastruktur nelayan, pengembangan sentra budidaya, dan pemberdayaan kolam rakyat.
“Pendekatan menyeluruh ini penting agar peningkatan produksi tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga nelayan dan pembudidaya skala kecil di berbagai kecamatan,” harapnya. (M-01)
