Distan KSB Lakukan Pengawasan Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak, tempat penjualan, dan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 H.
Pengawasan mencakup pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan hingga pemeriksaan daging setelah pemotongan untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian (Distan) KSB, drh. Hikmatul Azmy menegaskan, lalu lintas ternak menjadi perhatian paling serius dalam pengawasan kali ini.
“Yang agak mengkhawatirkan dan perlu perhatian khusus adalah lalu lintas ternak. Ternak yang keluar masuk akan dilakukan pemeriksaan secara ketat,” ujarnya, Rabu (06/5).
Azmy menjelaskan, pemeriksaan ternak di tingkat kecamatan akan dilakukan melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan koordinator peternakan setempat. Setiap ternak yang berpindah lokasi wajib memenuhi persyaratan administrasi, termasuk surat mutasi hewan yang sah sesuai ketentuan berlaku.
“Kalau di kecamatan akan ada pemeriksaan di Puskeswan dan koordinator peternakan. Ada administrasi yang harus dipenuhi termasuk surat mutasi hewan,” jelasnya.
Azmy menegaskan, pemeriksaan hewan kurban tidak hanya mencakup aspek kesehatan fisik semata. Tim juga akan melakukan penilaian dari sisi hukum syariah sebagai syarat kelayakan hewan untuk dikurbankan sesuai ketentuan agama Islam.
“Pemeriksaan tidak hanya dilakukan dari sisi kesehatan hewan, tapi juga mencakup dari sisi hukum syariah sebagai syarat hewan layak untuk dikurbankan,” tegasnya.
Pendekatan komprehensif ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat mendapat hewan kurban yang benar-benar layak dari dua sisi sekaligus, yakni kesehatan medis dan keabsahan syariah.
Azmy menambahkan, pemerintah KSB menjalankan pengawasan ini melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak terkait. Sinergi lintas instansi menjadi kunci memastikan seluruh hewan ternak yang beredar di KSB layak kurban dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Pemantauan dilakukan secara berkala dan menyeluruh agar tidak ada celah bagi peredaran hewan sakit atau tidak memenuhi syarat kurban,” pungkasnya. (M-02)
