Festival Ballona 6 Sukses, Disparpora KSB: Identitas Budaya Harus Terus Dilestarikan
Taliwang, MediaKSB, – Festival Ballona ke-6 dengan tema “Cahaya Cinta Mbelu Pandang” berlangsung sukses dan meriah. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nurdin Rahman, SE menegaskan, keberhasilan festival ini menjadi bukti bahwa identitas budaya daerah harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan leluhur.
“Festival Ballona bukan hanya sekedar perayaan tahunan, melainkan ruang penting untuk memperkuat jati diri kita sebagai masyarakat Sumbawa Barat. Tradisi leluhur yang kita tampilkan memiliki nilai luhur yang perlu diwariskan kepada setiap generasi muda,” ujarnya, Jumat (05/9).
Acara puncak festival ditandai dengan penampilan tradisi Mbelu Pandang. Tradisi ini dahulu menjadi wadah pertemuan pemuda dan pemudi yang siap menikah, dengan menjunjung tinggi nilai kesopanan.
Dalam prosesi tersebut, para dedara (gadis) duduk anggun menggulung pandan, sementara para taruna (pemuda) menunduk merajang pandan untuk dimasukkan ke dalam sebilah bambu atau balehang. Semua dilakukan dalam suasana hening tanpa percakapan, simbol penghormatan terhadap adab.
Selain Mbelu Pandang, festival juga diramaikan dengan kesenian rate’, yakni tabuhan rebana besar mengiringi syair bernuansa religius. Uniknya, pada perhelatan tahun ini rate’ turut dibawakan oleh anak-anak.
“Festival ini menjadi pertanda baik bagi keberlangsungan budaya daerah. Keterlibatan generasi muda adalah bukti bahwa tradisi kita masih hidup dan relevan. Ini menjadi modal penting untuk pelestarian budaya,” katanya.
Festival Ballona 6 ditutup dengan prosesi Suro’mbasa yang sarat makna simbolik. Tradisi ini mengandung pesan mendalam, suro berarti menyuruh dan mbasa berarti membaca. Sajian khas seperti ketan hitam, ketan putih, dan telur dalam tradisi tersebut mengajarkan masyarakat untuk membaca nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap simbol makanan.
Nurdin menegaskan, rangkaian kegiatan dalam Festival Ballona bukan hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi pengembangan wisata berkelanjutan.
“Kita ingin wisatawan datang bukan hanya menikmati alam, tetapi juga merasakan kekayaan nilai budaya yang diwariskan leluhur,” jelasnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Disparpora berharap Festival Ballona semakin memperkuat posisi Sumbawa Barat sebagai daerah yang kaya akan tradisi sekaligus mampu mengemasnya menjadi daya tarik wisata berkelanjutan. (M-01)

