Pengelolaan Sampah TPA Batu Putih Kini Lebih Terkontrol

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Putih kini semakin terkontrol setelah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan serangkaian pembenahan pasca-sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Upaya pemulihan fungsi operasional TPA tersebut dinilai paling progresif dibanding daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penilaian positif itu disampaikan oleh tim Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK dan Pusat Pengendalian Lingkungan (Pusdal) usai melakukan kunjungan lapangan pada 5 November 2025.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup KSB, Saiful Muslimin mengungkapkan, hasil pemantauan menunjukkan kemajuan signifikan dalam sistem pengelolaan TPA Batu Putih. “Alhamdulillah, mereka bilang progres kita paling bagus dibanding daerah lain,” ujar Saiful, Kamis (6/11).

Sanksi dari KLHK tersebut diberikan awal tahun 2025 kepada 344 TPA di seluruh Indonesia karena masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping), termasuk TPA Batu Putih. Sejak saat itu, Pemerintah KSB melakukan langkah-langkah pemulihan dengan mengubah sistem pengelolaan menjadi control landfill sebagai tahap peralihan menuju sanitary landfill.

“Sekarang pengelolaannya sudah jauh lebih baik. Meski belum sepenuhnya sanitary landfill, sistem control landfill ini sudah mampu meminimalisasi dampak lingkungan,” terang Saiful.

Dalam sistem ini, sekitar 30 ton sampah yang masuk setiap hari ditata dengan rapi, diratakan, dan ditimbun tanah secara berkala untuk mencegah pencemaran udara dan air.

Saiful menjelaskan, sebagian besar poin teguran KLHK sudah dipenuhi, baik dari sisi teknis maupun administratif. Namun, beberapa komponen memerlukan pembiayaan dan waktu yang lebih panjang, termasuk pembangunan fasilitas penampung air lindi dan gas metan.

“DED-nya sedang kami susun, dan targetnya selesai tahun ini,” ujarnya.

Saiful menambahkan, perubahan sistem pengelolaan di TPA Batu Putih tidak hanya memperbaiki citra pengelolaan sampah daerah, tetapi juga menjadi contoh praktik pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

“Kami ingin pembenahan ini menjadi komitmen berkelanjutan agar pengelolaan sampah di KSB semakin modern dan ramah lingkungan,” pungkas Saiful. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *