Pemerintah KSB Siapkan Blue Print Arah Pengambangan Pariwisata Daerah
Taliwang, MediaKSB, – Sebagai bagian dari program Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Maju Luar Biasa, Pemerintah KSB tengah menyiapkan blue print arah pengembangan sektor pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si yang menyebut, saat ini pemerintah sedang menyelesaikan dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah sebagai panduan utama pembangunan sektor pariwisata di KSB ke depan.
“Sekarang sedang diselesaikan Rencana Induk Pariwisata Daerah. Ini nantinya yang akan memberikan arah ke mana pembangunan pariwisata kita,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Menurut H. Amar, sapaan akrabnya, sektor pariwisata KSB memiliki potensi besar baik dari sisi keindahan alam maupun budaya lokal yang kuat. Ke depan, pengembangan wisata akan dilakukan secara terpadu dan kolaboratif, dengan menggabungkan potensi alam dan kekayaan budaya daerah.
“Ada potensi alam, ada potensi budaya, ini yang akan coba kita kolaborasikan,” tambahnya.
H. Amar menjelaskan, dalam mengelola potensi tersebut, diperlukan pengungkit utama, salah satunya konektivitas wilayah. Bupati menyampaikan bahwa KSB kini telah memiliki bandara yang akan segera beroperasi.
“Misalnya dari sisi konektivitas, kita sudah punya bandara. InsyaAllah di bulan 12 tahun ini akan mulai melayani penerbangan. Perizinannya juga sudah selesai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Amar menyebut, pengembangan berbasis alam akan difokuskan pada pengembangan potensi (klaster) yang sudah ada. Di samping itu, dua bendungan besar yang dimiliki KSB, yakni Bintang Bano dan Tiu Suntuk juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pariwisata
“Kalau dia berbasis alam, ada klaster Kertasari, Jelenga, Sekongkang dan lain-lain. Kita juga akan memanfaatkan potensi dari dua bendungan yang kita miliki,” katanya.
Selain alam, penguatan budaya juga menjadi bagian penting dari blue print pariwisata ini. Pemerintah akan menyisipkan unsur budaya melalui berbagai pagelaran seni dan festival lokal yang dapat memperkuat daya tarik wisata.
“Di dalam klaster yang sudah ada ini, kita akan masukkan unsur budayanya. Dengan adanya pagelaran seni atau festival daerah,” jelas Bupati.
Bupati optimistis, pembangunan pariwisata yang terarah ini akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem wisata daerah. ““Tentu ini juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat kita melalui UMKM,” pungkasnya. (M-03)

