Tingkatkan Kompetensi Operator OPD, Diskominfo KSB Gelar Pelatihan Manajemen Data 

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar pelatihan sumber daya manusia di bidang manajemen data bagi seluruh operator data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah KSB pada, Jumat (08/8).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis para operator dalam mengelola data, khususnya pada tahap analisis yang selama ini sering terabaikan. “Selama ini kita fokus mengumpulkan data, tetapi belum optimal dalam mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat. Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta mampu menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan,” jelas Kepala Diskominfo KSB, Ir. Abdul Muis, M.M.

Dalam sesi pengantar, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya manajemen data sebagai fondasi pengelolaan informasi. Data yang terkumpul tidak memiliki makna signifikan tanpa analisis yang tepat. Oleh karena itu, pelatihan ini menekankan keterampilan mengubah data mentah menjadi wawasan yang berguna bagi perencanaan dan kebijakan.

Peserta diperkenalkan dengan aplikasi Orange Data Mining, sebuah perangkat lunak analisis data yang mudah digunakan, bahkan oleh pengguna tanpa latar belakang informatika. Aplikasi ini memudahkan visualisasi, pemodelan, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperkuat pemahaman, empat studi kasus digunakan sebagai bahan praktik selama pelatihan.

Abdul Muis menjelaskan, keterampilan analisis data umumnya menjadi kompetensi para data analyst dan data scientist, yang menguasai teknik pengolahan data, termasuk menggunakan bahasa pemrograman Python dan R.

“Melalui Orange Data Mining, operator OPD tetap dapat melakukan analisis tanpa memerlukan kemampuan pemrograman,” jelasnya.

Manfaat manajemen data yang baik, menurut Abdul Muis, meliputi kemampuan mengelola dan melindungi data, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, memenuhi kepatuhan regulasi, hingga mendorong inovasi.

“Sementara itu, pengambilan insight dari data dapat membantu mengungkap pola, tren, dan hubungan tersembunyi, memberikan keunggulan kompetitif, serta meningkatkan efektivitas kerja,” sambungnya.

Di akhir kegiatan, Abdul Muis menegaskan, penerapan manajemen data berbasis insight di lingkungan pemerintahan menjadi kunci pencapaian tujuan organisasi secara efisien, terarah, dan berbasis bukti.

“Kami berharap para operator tidak hanya menjadi pengumpul data, tetapi juga analis yang dapat memberi nilai tambah bagi kebijakan daerah,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *