Akses Internet Lumpuh di Kelanir, Diskominfo KSB Cari Solusi Aktifkan Kembali BTS
Taliwang, MediaKSB, – Internet yang terputus sejak awal 2025 membuat aktivitas warga Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, terganggu dan serba terbatas. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya melayani jaringan internet dinonaktifkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ir. Abdul Muis, M.M., menjelaskan, keluhan warga semakin banyak diterima pemerintah daerah dalam beberapa bulan terakhir.
“Ada keluhan warga di sana kesulitan mendapat sinyal internet. Aktivitas mereka, baik urusan pribadi maupun pelayanan pemerintah desa, jadi ikut terhambat,” ujarnya, Kamis (13/11).
Menurut Abdul Muis, Diskominfo KSB telah diperintahkan Bupati untuk segera mencari cara mengaktifkan kembali BTS yang berada di wilayah Kelanir. Namun BTS yang selama ini digunakan bukan merupakan aset langsung Kementerian Komdigi, melainkan milik pihak ketiga yang selama ini bekerja sama dalam program Bakti.
“Sebelumnya kami meminta agar BTS itu bisa dihibahkan ke daerah. Tapi ternyata itu bukan milik kementerian, melainkan pihak ketiga,” jelasnya.
Situasi tersebut membuat Diskominfo harus mencari jalur alternatif agar layanan kembali berjalan. Abdul Muis menyebut, opsi yang paling memungkinkan adalah skema kerja sama bisnis dengan perusahaan pemilik BTS.
“Jadi skema bisnis to bisnis yang paling bisa dijalankan. Kami juga sudah sampaikan kepada pemilik BTS bahwa akan kami fasilitasi bekerja sama dengan Telkom jika mereka bersedia mengaktifkannya lagi,” katanya.
Selain menghambat aktivitas warga, gangguan akses internet juga berdampak pada pelayanan administrasi pemerintahan desa. Warga sulit mengakses sistem layanan daring, sementara perangkat desa kesulitan mengirim laporan dan melakukan komunikasi koordinatif ke pemerintah kecamatan maupun kabupaten.
Abdul Muis menegaskan, Pemerintah KSB berkomitmen mencari solusi secepatnya karena akses digital sudah menjadi kebutuhan esensial masyarakat desa. “Semoga kesepakatan dengan pemilik BTS dalam waktu dekat dapat segera tercapai,” tutupnya. (M-01)

