Diskoperindag KSB Jamin Harga Gas Melon di Pangkalan Resmi

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menghimbau masyarakat agar selalu membeli Gas LPG 3 kilogram atau gas melon melalui agen dan pangkalan resmi. Himbauan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, menegaskan, pembelian di pangkalan resmi memberikan jaminan keamanan dan keaslian produk bagi konsumen. Menurut Suryaman, fenomena pembelian di tingkat pengecer seringkali memicu lonjakan harga yang tidak terkendali dan merugikan masyarakat kecil.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih teliti. Pangkalan resmi memiliki plang nama dan menjual gas melon sesuai harga regulasi. Jika membeli di pengecer, kami tidak bisa mengontrol harganya karena mereka sudah berada di luar rantai distribusi resmi,” ujar Suryaman, Rabu (18/2).
Suryaman menjelaskan, Diskoperindag terus memantau alur distribusi gas melon di seluruh wilayah Sumbawa Barat. Suryaman tidak memungkiri bahwa distribusi di tingkat bawah terkadang mengalami kendala akibat adanya oknum yang menumpuk stok. Namun, dengan membeli langsung di pangkalan, masyarakat turut membantu pemerintah dalam memutus rantai distribusi yang tidak sehat tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa subsidi pemerintah ini benar-benar tepat sasaran. Gas melon adalah hak masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro. Dengan membeli di agen resmi, warga membantu kami mengawasi kuota yang ada di lapangan,” lanjutnya.
Peringatan dan Sanksi Tegas Diskoperindag KSB
Diskoperindag KSB juga memberikan peringatan keras kepada pemilik pangkalan agar tidak menjual gas subsidi kepada pengecer dalam jumlah besar secara sengaja.
Suryaman mengancam akan memberikan sanksi tegas, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha, jika menemukan pangkalan yang bermain mata dengan spekulan.
“Saya sudah memerintahkan tim pengawas untuk rutin turun ke lapangan. Kami tidak akan segan-segan menindak pangkalan yang terbukti menjual jauh di atas HET atau menyalurkan gas melon kepada pihak yang tidak berhak,” tegasnya.
Kadis berharap masyarakat aktif melaporkan jika menemukan adanya pangkalan yang nakal atau kelangkaan gas yang tidak wajar di wilayah mereka. Melalui sinergi antara pemerintah dan warga, Suryaman optimis ketersediaan energi bagi rakyat kecil di KSB akan tetap terjaga dengan aman dan transparan. “Apalagi sekarang sudah ada aplikasinya, jadi saya bisa pantau langsung,” pungkasnya. (M-01)
