Dinsos KSB Perbarui Data Bansos Berkala Setiap Bulan

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (Dinsos KSB) terus memperkuat komitmen menjaga kualitas dan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pembaruan data dilakukan secara berkala setiap bulan guna memastikan program bantuan sosial tidak salah sasaran.
Sekretaris Dinsos KSB, Andi Suwandi, menyampaikan langkah ini menjadi kunci penting mendukung keberhasilan program perlindungan sosial. Mekanisme tersebut berlaku baik untuk program reguler pusat maupun program Kartu KSB Maju.
Proses pemutakhiran data ini berjalan melalui mekanisme ketat dengan lini masa yang terstruktur dari awal hingga akhir bulan. Pembaruan dimulai dari level akar rumput yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Andi menjelaskan pada tanggal 1 hingga 11 setiap bulan, fokus utama adalah penginputan data oleh Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Tahap ini krusial karena desa dan kelurahan menjadi pintu utama menyaring dan mencatat data warga yang layak menerima bantuan.
“Desa dan kelurahan merupakan pintu utama dalam menyaring, mencatat, dan memasukkan data warga,” ujarnya, Jumat (26/06).
Setelah tahap penginputan awal, proses berlanjut ke Musyawarah Desa dan Musyawarah Kelurahan yang berjalan dari tanggal 1 hingga 14. Forum ini menjadi ruang transparansi tempat tokoh masyarakat, RT/RW, dan perangkat desa memverifikasi bersama kelayakan warga yang diusulkan.
Data yang telah disepakati dalam musyawarah kemudian masuk tahap validasi oleh tim teknis Dinas Sosial dari tanggal 14 hingga 17. Tahap ini memeriksa kesesuaian dokumen dan administrasi data yang diusulkan.
Tahap berikutnya adalah ground check yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 30 setiap bulan. Petugas lapangan akan melakukan verifikasi dan validasi faktual langsung ke rumah warga untuk memastikan kondisi riil sesuai data yang dilaporkan.
Di samping tahapan tersebut, Dinsos KSB juga membuka layanan cek bansos yang berjalan penuh sepanjang bulan dari tanggal 1 hingga 30. Layanan ini disediakan agar masyarakat tetap mendapatkan kepastian informasi terkait status bantuan mereka.
Andi menyebut turunnya angka kemiskinan dari 12,23 persen menjadi 10,98 persen membuktikan validitas dan tingginya kualitas data yang dikelola Dinsos KSB. Penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 0,93 persen menjadi 0,40 persen turut menjadi bukti pendukung capaian tersebut.
“Program Kartu Sumbawa Barat Maju yang tepat dan sasaran yang tepat membuahkan hasil yang maksimal,” tegasnya.
Sekdis menegaskan pengawasan dan pembaruan data yang berjalan maraton setiap bulan dilakukan demi menjaga validitas data agar tetap berkualitas tinggi.
Dengan data yang bersih dan akurat, program Kartu KSB Maju dipastikan dapat menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara adil dan merata. (M-02)
