PKD KSB Meriahkan Rangkaian HUT ke-81 RI

Taliwang, MediaKSB, – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2026 resmi dibuka di Halaman Masjid Agung Darussalam Kompleks KTC, Senin (27/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., membuka acara yang berlangsung hingga 1 Agustus 2026 tersebut. Wabup menegaskan budaya menjadi jati diri yang harus terus dijaga di tengah peringatan kemerdekaan bangsa.
“Budaya adalah jati diri kita. Tanpa budaya kita hanya menjadi bangsa yang besar tetapi kehilangan arah,” tegasnya saat membuka acara.
Pembukaan PKD dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Ketua LATS Kabupaten dan Kecamatan, kepala sekolah jenjang SD dan SMP, pengawas sekolah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pegiat seni budaya, dewan juri, serta ratusan peserta didik.
Hj. Hanipah mengajak seluruh sekolah dan masyarakat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Ia mendorong pembiasaan penggunaan pakaian adat dan tenun khas daerah dalam berbagai kesempatan.
“Mari kita melestarikan dan memperkenalkan kembali kepada anak-anak muda kita tari tradisional, musik tradisional, cerita rakyat, tenun, kuliner, dan seluruh kekayaan budaya daerah yang kita miliki,” ujarnya.
Wabup menetapkan tema PKD 2026, yaitu “Melestarikan Adat, Memperkuat Karakter, Membangun Sumbawa Barat yang Maju dan Luar Biasa.” Pemerintah KSB berkomitmen menjadikan PKD sebagai agenda tahunan yang beriringan dengan peringatan kemerdekaan setiap tahunnya.
“Penguatan pembinaan sanggar seni hingga ke desa-desa akan terus didorong. Langkah ini kami harap dapat melahirkan generasi muda yang mencintai dan melestarikan budaya daerah seiring semangat perjuangan kemerdekaan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, Agus menyampaikan, PKD diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah melestarikan identitas masyarakat Sumbawa Barat. Agus menyebut sekolah sebagai wadah paling efektif menanamkan nilai budaya sejak usia dini.
Sebanyak 93 dari 116 Sekolah Dasar dan 38 dari 42 Sekolah Menengah Pertama di KSB mengikuti kegiatan ini. Peserta berkompetisi dalam enam cabang lomba, yaitu Egrang Estafet, Terompah Panjang, Batutur, Malangko, Sakeco, dan Ngumang. (M-01)
