Wabup KSB Minta Disperkim Pantau Hunian Keluarga Balita Stunting

Seteluk, MediaKSB, – Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) aktif memantau kondisi hunian keluarga balita stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Permintaan itu disampaikan saat memimpin Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, Selasa (04/8).
Hanipah yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KSB menegaskan pola asuh keluarga, kebersihan lingkungan, dan kondisi tempat tinggal turut memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga tidak bisa dilepaskan dari intervensi kesehatan semata.
“Pola asuh keluarga, kebersihan lingkungan, dan kondisi tempat tinggal turut memengaruhi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Wabup meminta Disperkim tidak hanya berperan sebagai pelengkap, melainkan aktif turun memantau langsung kondisi rumah keluarga yang memiliki balita stunting di seluruh kecamatan.
“Dinas Perumahan dan Permukiman diminta aktif memantau kondisi hunian keluarga balita stunting,” tegasnya.
Pada hari pertama intervensi, total delapan balita stunting menjadi fokus penanganan. Di Posyandu Jaro, Desa Seteluk Tengah, tercatat tiga balita stunting, sementara di Posyandu Delima A, Desa Tebo, Kecamatan Poto Tano, terdapat lima balita stunting yang mendapat perhatian khusus.
Dalam kunjungan tersebut, Hanipah didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, Kepala Dinas DP2KBP3A H. I. Made Budi Artha, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, Kepala Dinas Perkim Novrizal Zainsyah, serta camat dan perangkat desa setempat.
Wabup meninjau langsung pelayanan Posyandu mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan imunisasi, sekaligus menyerahkan paket bantuan gizi kepada balita sasaran.
“Kualitas pelayanan Posyandu harus terus ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan dan evaluasi secara rutin,” katanya.
Hanipah juga meminta Puskesmas dan kader Posyandu memastikan seluruh bayi dan balita hadir setiap bulan untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan. Ia meminta petugas melakukan kunjungan rumah bila ada anak yang tidak hadir sesuai jadwal.
“Apabila terdapat anak yang tidak hadir pada jadwal pelayanan, petugas diminta melakukan kunjungan langsung ke rumah agar tidak ada sasaran yang terlewat,” ujarnya.
Selain menyoroti hunian, ia turut mengapresiasi inovasi pemberian makanan tambahan di Posyandu Jaro yang didukung anggaran desa dan kolaborasi dengan Program Makan Bergizi Gratis.
“Dalam penanganan stunting kita harus inovatif, tidak melihat hanya dari satu sisi. Hunian juga perlu kita perhatikan,” tutupnya. (M-03)
