Wabup KSB: Stunting Tak Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Sanitasi

Taliwang, MediaKSB, – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya berfokus pada aspek pemenuhan gizi anak. Wabup menyebut kondisi rumah layak huni, sanitasi yang baik, serta lingkungan yang sehat turut menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Penegasan disampaikan Wabup selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KSB saat Intervensi Serentak Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Posyandu Tanah Mirah dan Posyandu Kota Baru, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Jumat (07/8).
“Penyebab stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi rumah yang layak huni, sanitasi yang baik, serta lingkungan yang sehat,” tegasnya.
Hanipah meminta seluruh desa dan kelurahan di Sumbawa Barat aktif memantau kondisi lingkungan tempat tinggal warganya, termasuk mengantisipasi munculnya kasus stunting baru yang belum terdata. Menurut Wabup, deteksi dini terhadap faktor risiko non-gizi sama pentingnya dengan penyaluran bantuan gizi spesifik kepada balita sasaran.
Hanipah juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari lurah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, hingga tenaga kesehatan agar kondisi setiap anak dapat dipantau secara menyeluruh, tidak terputus setelah intervensi berlangsung.
“Pendampingan intensif oleh lurah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan terus dilakukan agar kondisi setiap anak dapat dipantau secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di Kecamatan Taliwang sendiri, tercatat masih terdapat 267 balita stunting yang memerlukan perhatian bersama. Hanipah menyebut angka tersebut sebagai alasan mengapa pendekatan penanganan stunting perlu diperluas, tidak lagi sebatas pemberian makanan bergizi, melainkan juga perbaikan kualitas sanitasi dan tempat tinggal keluarga.
Selain menyoroti sanitasi, Wabup turut mendorong kelompok lansia agar aktif memanfaatkan layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan kualitas kesehatan mereka, mengingat layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan ibu hamil, balita, ibu menyusui, hingga lansia dalam satu rangkaian kegiatan.
Camat Taliwang, Hasdar Jafar, turut mendukung arahan tersebut dengan mengajak seluruh pihak berkreasi dan berinovasi dalam upaya penurunan stunting, serta turun langsung memantau kondisi lapangan agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran.
“Sesuai arahan dari ibu Wabup tadi, kami pemerintah kecamatan berkomitmen untuk memperluas cakupan penanganan stunting. Harapannya agar jumlahnya akan menurun,” bebernya.
Program intervensi serentak ini akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya, setelah sebelumnya dilaksanakan di Seteluk, Poto Tano, dan Sekongkang, sebagai wujud komitmen Pemerintah KSB memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan layak. (M-02)
