Data Desil Tak Akurat, Disperkim KSB Ajak AGR Verifikasi Bersama

Bagikan ke :
Foto: Kepala Disperkim KSB Novrizal Zain Syah
Foto: Kepala Disperkim KSB Novrizal Zain Syah

Taliwang, MediaKSB, – Persoalan akurasi data penerima manfaat program perumahan mengemuka dalam Forum Yasinan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) beberapa waktu lalu. Salah satu peserta forum, Sahora penggunaan data sebagai acuan verifikasi calon penerima bantuan perumahan.

Sahora menyebut verifikasi di lapangan masih menemukan ketidaktepatan data, salah satunya dua hingga empat nama dalam satu rumah tangga yang tercatat dalam Desil 1. Agen Gotong Royong (AGR) dari Kecamatan Brang Rea ini juga menemukan warga dengan kondisi ekonomi mampu, bahkan berstatus aparatur sipil negara (ASN), tetapi masih tercantum dalam kelompok Desil 1-3.

Kondisi tersebut, menurut Sahora, dapat memengaruhi ketepatan sasaran program bantuan perumahan. Sahora berharap pemerintah mengevaluasi penggunaan data Desil sebagai satu-satunya acuan penetapan calon penerima bantuan.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KSB Sri Sulastiati, meminta AGR turut melaporkan temuan di lapangan agar dapat ditindaklanjuti dengan verifikasi faktual.

“Informasi seperti inilah yang kami perlukan dari teman-teman AGR. Berikan informasi yang sebenar-benarnya di lapangan untuk kami lakukan verifikasi faktual,” katanya.

Sri Sulastiati mempersilakan AGR untuk datang melapor langsung ke kantor Disperkim jika menemukan persoalan yang serupa. “Sekiranya kalau ada masalah di lapangan tentang calon penerima bantuan silakan datang ke kantor untuk sama-sama kita cari solusinya,” ujarnya.

Kepala Disperkim KSB Novrizal Zain Syah menambahkan, program bantuan perumahan KSB mengedepankan prinsip keswadayaan dan gotong royong sebagai penyempurna bantuan stimulan.

“Layanan KSB Maju Perumahan ini sangat berharap pada pemberdayaan gotong royong. Karena sifatnya bantuan stimulan yang disempurnakan dengan keswadayaan. Seperti penerima bantuan, keluarga, lingkungan sekitar, dan semua sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, itu substansi kita di layanan perumahan,” katanya.

Novrizal mengklaim program perumahan KSB paling unggul dibandingkan daerah lain di Indonesia dari sisi keseriusan pelaksanaan, salah satunya tecermin dari besaran bantuan stimulan.

“Tidak ada di Indonesia ini yang bantuan stimulan bantuan perumahan sampai dengan 50 juta. Saya belum dapat informasi dari kabupaten lain yang benar-benar sungguh-sungguh sampai sebesar 50 juta. Termasuk juga stimulan dalam hal rehab rumah sampai dengan 30 juta,” tuturnya.

Novrizal berharap, kerjasama dengan AGR di lapangan dapat membatu dalam pelaksanaan program yang tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang ada. “Kantor kami siap melayani teman-teman AGR untuk menyampaikan laporan di lapangan,” tutup Novrizal. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *