DKP KSB Jalankan Edukasi dan Salurkan Bantuan Pangan

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat (DKP KSB) menjalankan dua program priotitas, yakni edukasi “Stop Boros Pangan” di sekolah dasar dan penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Juli-September 2026.
Kepala DKP KSB Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, menyampaikan, program edukasi Stop Boros Pangan, bagian dari Gerakan Selamatkan Pangan (GSP), telah menjangkau 16 dari 32 SD yang ditargetkan, atau separuh dari total sasaran di tiga kecamatan, yaitu Taliwang, Brang Rea, dan Brang Ene.
“Melalui kegiatan edukatif ini, siswa diajak mengenal pengertian boros pangan, memahami dampaknya bagi lingkungan dan ekonomi keluarga, serta mempelajari kebiasaan sederhana menyelamatkan pangan,” jelasnya, Jumat (21/8).
Nurul menjelaskan, edukasi ini sengaja menyasar usia dini karena kebiasaan menghargai makanan dinilai paling efektif ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.
“Edukasi Stop Boros Pangan ini kami mulai dari usia dini karena kebiasaan menghargai makanan paling efektif ditanamkan sejak di bangku sekolah dasar. Program ini mengajak anak-anak mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya, sekaligus mengenalkan dampak buruk pemborosan pangan terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi,” katanya.
Nurul menyebut antusiasme siswa di 16 sekolah menjadi bekal untuk melanjutkan edukasi ke sekolah-sekolah sasaran berikutnya hingga menjangkau seluruh 32 SD di delapan kecamatan se-KSB.
“Sampai hari ini telah dilaksanakan di 16 sekolah dasar, alhamdulillah anak-anak antusias, sehingga akan dilanjutkan kembali ke sekolah dasar yang menjadi sasaran selanjutnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Nurul menyampaikan penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Juli-September 2026 telah resmi diluncurkan mulai pertengahan Agustus dan telah rampung dilaksanakan di Kecamatan Taliwang, kemudian berlanjut ke Maluk dan Sekongkang.
“Kami sudah selesai di kecamatan Taliwang, di Maluk dan Sekongkang untuk menyalurkan bantuan pangan pemerintah,” katanya.
Nurul menjelaskan jumlah kepala keluarga (KK) sasaran pada periode ini berubah dibandingkan periode sebelumnya.
“Bantuan pangan periode Juli-September sudah launching di pertengahan Agustus. Ada perbedaan jumlah sasaran, periode Februari-Maret 18.068 KK, jumlah sasaran untuk Juli-September berkurang 16.974 KK, di setiap desa ada yang bertambah dan ada yang berkurang,” tuturnya.
Nurul menambahkan, penerima bantuan pangan difokuskan pada kelompok Desil 1-4, dengan mekanisme penetapan yang telah disiapkan dinas. “Penerima fokus pada desil 1-4. Sudah ada mekanisme,” tegasnya.
Nurul berharap program edukasi Stop Boros Pangan menjadikan siswa sebagai agen perubahan yang bijak mengelola pangan, baik di sekolah maupun di rumah, sekaligus berharap penyaluran bantuan pangan dapat terus berjalan lancar hingga menjangkau seluruh sasaran di KSB. (M-02)
