Dinsos KSB Salurkan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Sosial Kabuten Sumbawa Barat (Dinsos KSB) menyiapkan tiga unit kaki palsu bagi penyandang disabilitas tahun 2026. Sebagai tahap awal sebelum proses pembuatan, penerima bantuan telah melalui tahap pengukuran bersama tim ahli orto prostetik RSUP Mataram, Senin (24/8).
“Pengukuran ini diperlukan agar alat bantu yang dibuat nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi fisik setiap penerima, sehingga dapat digunakan secara optimal dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Kepala Dinsos KSB H. NS Kamaluddin kepada Media KSB.
Kamaluddin mengatakan, bantuan kaki palsu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas. Dukungan tersebut merupakan salah satu dari tiga bentuk bantuan yang disediakan Dinsos KSB bagi para penyandang disabilitas.
“Ada beberapa hal yang kami bantu untuk disabilitas. seperti ada santunan yang tertuang dalam KSB Maju Sosial,” katanya.
Kamaluddin menjelaskan, dukungan Dinsos KSB tidak hanya berupa santunan, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas agar dapat menjalani aktivitas secara lebih mandiri.
“Selain itu ada pemberdayaan, di mana disabilitas bisa berdaya dan mandiri. Terakhir ada bantuan alat bantu kepada disabilitas, salah satunya adalah kaki palsu dan kursi roda,” jelasnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos KSB, Amiruddin menjelaskan, pengukuran menjadi bagian dari rangkaian tahapan pembuatan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Proses tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.
“Setelah dilakukan pengukuran, penerima menunggu sekitar tiga minggu. Setelah itu dilakukan fitting dan baru dilakukan penyerahan,” bebernya.
Tiga penerima bantuan kaki palsu tahun ini berasal dari tiga desa berbeda di Sumbawa Barat, yakni Maryam dari Desa Lamusung, Mahesa Rahmat dari Desa Meraran, dan Musmuliadi dari Desa Belo. Sebelum ditetapkan sebagai penerima, ketiganya melalui proses assessment oleh Dinsos KSB untuk melihat kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing.
Amiruddin menyebut bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas juga disalurkan Dinsos KSB pada tahun sebelumnya, meski dengan jumlah dan jenis yang berbeda.
“Tahun lalu ada dua kaki palsu dan satu tangan palsu. Tahun ini ada tiga bantuan disabilitas berupa kaki palsu,” jelas Amiruddin.
Maryam, salah saru penerima bantuan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemrtintah Sumbawa Barat terhadap bantuan yang diberikan. Maryam juga berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar sampai alat bantu bisa diberikan.
“Tentunya saya sangat senang dapat bantuan ini. Saya juga sangat berterimakasih ke Dinas Sosial, ke pak Bupati atas perhatian yang diberikan kepada kami,” kata Maryam dengan haru usai menjalani pengukuran alat bantu. (M-02)
