Dinsos KSB Pastikan Anak Panti di Bali Didampingi Pengasuh Dewasa

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (Dinsos KSB) memastikan tiga anak Panti Asuhan Baiti Nurjannah yang menjalani pengobatan di Bali tetap berada dalam pendampingan dua pengasuh dewasa.
Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons video yang beredar di media sosial dan menyebut anak-anak tersebut diduga terlantar tanpa pengawasan orang dewasa selama menjalani pengobatan.
Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Dinsos KSB melakukan silaturahmi sekaligus klarifikasi langsung dengan mendatangi pemilik Panti Asuhan Baiti Nurjannah, Fatmawati, guna memperoleh informasi yang utuh dan akurat.
Dari hasil klarifikasi itu diperoleh penjelasan bahwa ketiga anak diberangkatkan ke Bali untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Rumah Sakit Sanglah, dengan keberangkatan dilakukan langsung oleh Fatmawati bersama dua pengasuh dewasa dari panti.
Setelah tindakan medis awal di Rumah Sakit Sanglah rampung dilaksanakan, ketiga anak tetap tinggal bersama dua pendamping dewasa di sebuah rumah kos yang telah disewa pihak panti sebagai tempat tinggal sementara selama menunggu jadwal tindakan medis berikutnya.
Fatmawati sementara waktu kembali ke Taliwang untuk memastikan pelayanan dan kebutuhan anak-anak lain di panti tetap terpenuhi, sekaligus mengambil perlengkapan dan bekal yang diperlukan selama proses pengobatan berlangsung.
Berdasarkan penjelasan tersebut, Dinas Sosial menegaskan informasi yang menyebut ketiga anak berada di Bali tanpa pendamping orang dewasa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Fatmawati dijadwalkan kembali ke Bali sesuai jadwal tindakan medis berikutnya untuk melanjutkan pendampingan terhadap ketiga anak bersama para pendamping yang telah ditugaskan pihak panti.
Sekretaris Dinsos KSB, Andi Suwandi, mengatakan, sebagai bentuk komitmen Pemerintah KSB dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada anak-anak yang membutuhkan, dua dari tiga anak tersebut tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Yatim Piatu Pemerintah KSB dengan nilai bantuan Rp500.000 per anak setiap bulan.
“Kami memastikan bahwa selama menjalani pengobatan di Bali, ketiga anak tersebut tetap berada dalam pendampingan pengasuh dari panti. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai,” ujarnya.
Pemerintah daerah melalui Dinsos, kata Andi, berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pendampingan, dan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang berada di lembaga kesejahteraan sosial, termasuk anak-anak yang sedang menjalani pengobatan di luar daerah.
Andi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial. Menurut Andy, setiap informasi sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, persepsi yang keliru, maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan terhadap proses pengobatan ketiga anak tersebut. Pemerintah KSB berharap seluruh rangkaian pemeriksaan dan pengobatan berjalan lancar sehingga ketiganya segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tutup Andi. (M-02)
