Bupati KSB: Kata “Ila” Bisa Jadi Bahan Ajar Nilai Malu di Sekolah

Taliwang, MediaKSB, – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, mencontohkan kata “ila” atau “pina ila” dalam bahasa Samawa sebagai salah satu nilai lokal yang berpotensi dirumuskan menjadi bahan ajar muatan lokal di sekolah.
Bupati menjelaskan, ungkapan ila mengandung standar nilai tentang rasa malu, yang menurutnya dapat diajarkan bukan sekadar sebagai kosakata, melainkan sebagai bagian dari pembelajaran mengenai etika, sikap, dan kepribadian peserta didik.
“Contoh bahasanya, bahasa yang punya nilai yang menunjukkan satu nilai tertentu. Contohnya ila, pina ila. Ada standar nilai yang membentuk rasa malu,” jelasnya pada penutupan Loka Karya Penyusunan Bahan Ajar Muatan Lokal Nilai-Nilai Tradisi Sumbawa, Selasa (22/9).
Haji Amar, sapaan akrab Bupati menyebut, nilai-nilai lokal tidak hanya dapat ditemukan dalam bentuk tradisi atau kegiatan adat, tetapi juga tersimpan dalam bahasa dan ungkapan sehari-hari masyarakat Sumbawa yang memiliki kandungan nilai untuk membentuk karakter peserta didik.
Bupati juga menekankan pentingnya menemukan formula yang tepat dalam menerjemahkan nilai-nilai bahasa lokal tersebut menjadi bahan ajar, dengan melibatkan pihak yang memahami bahasa, adat, budaya, dan pendidikan.
“Untuk mencari formula yang tepat harus kita serahkan kepada pakarnya, apakah dari sisi bahasa yang memiliki nilai tertentu yang diformulasikan dalam bentuk bahan ajar sehingga menjadi pembelajaran,” ujarnya.
Gagasan penguatan muatan lokal ini, lanjut Bupati, berangkat dari kegelisahannya terhadap proses tumbuh kembang anak didik di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, serta nilai-nilai adat dan kepribadian lokal yang dinilai kian terkikis.
“Menjadi betapa nilai adat, kepribadian semakin terkikis, semakin tidak terarah, semakin asing di dunia anak-anak hari ini,” jelasnya.
Bupati menegaskan kehadiran guru juga menjadi faktor penting untuk memastikan nilai-nilai tersebut dapat diterima peserta didik, sehingga pelatihan bagi guru muatan lokal turut direncanakan menyusul penyusunan bahan ajar ini.
“Kita ajarkan pelatihan guru-guru muatan lokal, mulai dari pemahaman sampai cara pengajaran,” tegasnya.
Loka Karya Penyusunan Bahan Ajar Muatan Lokal Nilai-Nilai Tradisi Sumbawa ini berlangsung dua hari, 21-22 September 2026, hasil kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat dengan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kamutar Telu, serta diikuti 60 peserta dari unsur guru, pengawas sekolah, dan MKKS. (M-03)
