50 Calon Pekerja KSB Jalani Pelatihan Sebelum ke Jepang

TALIWANG, MEDIAKSB – Sebanyak 50 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berangkat menuju lembaga pelatihan kerja (LPK) di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Mereka akan menjalani pelatihan selama enam bulan sebelum ditempatkan bekerja di Jepang.
Para peserta merupakan hasil seleksi ketat dari 209 pendaftar. Program ini dijalankan Pemerintah KSB bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) sebagai mitra untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar internasional.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, memastikan pemerintah daerah mengawal program ini sejak awal. Ia juga menjamin seluruh calon pekerja migran mendapat perlindungan hukum secara penuh.
“Kami memberangkatkan 50 peserta terbaik yang telah lolos seluruh tahapan seleksi ketat. Pemerintah daerah memfasilitasi penuh seluruh proses penyiapan berkas dan pelatihan mereka,” ujar Slamet, Senin (26/10).
Selama di LPK, peserta akan menjalani pelatihan fisik dan mental secara intensif. Tim pelatih akan mematangkan profesionalisme kerja sekaligus membentuk karakter peserta. Wakil Ketua Bidang Hukum dan Kerja Sama YPAN, Pristiwadi, menjelaskan pelatihan mencakup lima bidang utama.
“Kami memfokuskan materi pelatihan pada lima bidang utama, dengan penekanan khusus pada profesionalisme kerja serta pembentukan mental dan spiritual para peserta,” jelasnya.
Selain keterampilan kerja, peserta juga dibekali materi pengelolaan keuangan. Pristiwadi menyoroti banyaknya kasus pekerja migran yang pulang membawa uang besar, tetapi cepat habis karena lemahnya literasi keuangan.
“Visi besar kami adalah membekali mereka dengan literasi keuangan yang matang agar sepulangnya dari sana, mereka juga memiliki gelar akademik strata satu dan siap membangun daerah,” tegasnya.
Dari sisi pembiayaan, Pristiwadi memastikan pemerintah daerah dan mitra mengatur seluruh proses secara resmi dan transparan agar tidak membebani calon pekerja migran.
“Negara dan pemerintah daerah hadir memberikan jaminan serta fasilitasi penuh, mulai dari pembebasan biaya pelatihan awal hingga penyediaan skema subsidi bunga perbankan yang aman bagi peserta,” ungkapnya.
YPAN juga terus memperluas jaringan kemitraan resmi dengan pihak Jepang untuk menjamin keselamatan para pekerja. Skema kerja sama ini disiapkan untuk jangka panjang.
Ke depan, Pemerintah KSB berencana mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik daerah. Dengan begitu, seluruh pelatihan calon PMI bisa dipusatkan di Sumbawa Barat tanpa harus mengirim peserta ke luar daerah. (M-02)
