Disnakertrans KSB Siapkan Pelatihan Kompetensi Digital

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) KSB mulai menyiapkan pelatihan kompetensi digital dengan membuka peluang kerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Indosat Ooredoo Hutchison.
Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi menyebut, pelatihan digital dipilih karena kebutuhan dunia kerja terus bergeser mengikuti perkembangan teknologi. Program pelatihan di BLK pun harus menyesuaikan arah perubahan tersebut.
“Pelatihan digital menyesuaikan dengan arah kebutuhan lapangan kerja saat ini,” katanya saat dikonfirmasi MediaKSB, Minggu (18/10/2026).
Slamet menambahkan, pengembangan program di BLK diarahkan pada penyiapan sumber daya manusia lokal agar siap mengisi kebutuhan tenaga kerja berbasis teknologi. “Perkembangan teknologi membutuhkan kesiapan SDM lokal yang mumpuni,” tegasnya.
Kepala BLK KSB, Randi Darmansyah menjelaskan, teknologi informasi menjadi salah satu pilar dalam prioritas pengembangan BLK tahap pertama. Kemitraan dengan Indosat ditujukan untuk memperkuat kurikulum sekaligus membangun keterampilan digital pemuda Sumbawa Barat.
“Kerja sama tersebut secara khusus menyasar program kejuruan Teknologi Informasi dan Multimedia, terutama pada penguatan keterampilan digital peserta pelatihan. Kami membangun kemitraan dengan Indosat Ooredoo Hutchison,” akunya.
Melalui kerja sama tersebut, Indosat akan melibatkan sejumlah mitra teknologi global, antara lain Google, Nvidia, dan Nokia, dalam penyusunan materi pelatihan. Keterlibatan mereka diharapkan membuat kurikulum BLK memenuhi standar keterampilan digital terkini.
Materi yang disiapkan mencakup bidang kecerdasan buatan hingga teknologi jaringan modern. Bidang-bidang tersebut kian dibutuhkan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain kurikulum, BLK KSB juga telah menyiapkan sarana pendukung pelatihan. Randi memastikan pengadaan peralatan untuk program digital sudah masuk dalam anggaran tahun ini. “Alhamdulillah, terkait peralatan pelatihan di tahun 2026 ini sudah kami anggarkan dan siapkan,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, BLK KSB turut menjalin kerja sama dengan BLK Surabaya. Langkah ini ditempuh agar pelatihan dibimbing instruktur yang memiliki kualifikasi sesuai bidangnya.
Penguatan program BLK ini sejalan dengan besarnya harapan publik terhadap lembaga tersebut. Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD KSB, Merliza Jawas, menyebut harapan peningkatan keterampilan dan penyerapan kerja pemuda kini banyak tertuju pada BLK.
“Saat ini perhatian publik tertuju pada BLK. Harapannya bagaimana BLK ini mampu memfasilitasi pemuda daerah dengan skil-skil yang dibutuhkan industri,” jelasnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Dengan kurikulum berstandar global dan instruktur berkualifikasi, lulusan BLK KSB diharapkan memiliki daya saing tinggi. Program tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja internasional bagi pemuda Sumbawa Barat. (M-01)
