Juri Nilai Tenun Sumbawa Barat Siap Tampil di IFW 2027

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Fashion Show Pesona Tenun Sumbawa Barat 2026  (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)
MEDIAKSB – Fashion Show Pesona Tenun Sumbawa Barat 2026 (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Dewan juri Fashion Show Pesona Tenun Sumbawa Barat 2026 menilai tenun Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) siap melangkah ke Indonesia Fashion Week (IFW) 2027 di Jakarta Convention Center (JCC).

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) NTB, Viviana, mewakili dewan juri menyebut kreativitas dan teknik padu padan tenun di KSB berkembang pesat. Viviana menyebut, kualitas rancangan dan eksplorasi motif tenun tahun 2026 mendapat pujian tinggi dari dewan juri.

“Untuk saya sendiri, saya sudah mengikuti perkembangan teman-teman yang ada di KSB selama empat tahun berturut-turut, dan saya lihat perkembangannya luar biasa,” ujarnya, Senin (26/10).

Melihat kematangan karya desainer dan perajin KSB tahun ini, Viviana optimistis tenun Sumbawa Barat ini kelak bisa menjadi pusat industri fashion di Nusa Tenggara Barat. “KSB bakal jadi center of fashion industry mudah-mudahan suatu saat di Nusa Tenggara Barat,” paparnya.

Selain Viviana, dewan juri terdiri atas desainer senior asal Lombok sekaligus pengurus Dekranasda NTB, Linda Hamidy Grander, serta Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah. Ajang bertema “Tenun Sumbawa Barat Mengangkat Kearifan Lokal Menuju Produk Fashion Berkelas dan Berdaya Saing” digelar Dekranasda KSB bersama Diskoperindag KSB dalam rangka Hari Lahir ke-23 KSB. Sebanyak 76 peserta dari empat kategori ikut beradu kreasi.

Dalam evaluasinya, Viviana juga memberi catatan soal pakem busana kerja. Viviana menganjurkan peserta memilih palet warna yang sejuk dan tenang serta menghindari warna neon. Juri juga mengingatkan agar tenun tidak dipadukan dengan kain Toyobo karena bahan poliesternya mudah berkerut.

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menilai kualitas penyelenggaraan dan peserta terus meningkat. Menurut Bupati, kegiatan yang konsisten digelar selama lima tahun terakhir ini ikut mendorong pengembangan motif daerah.

“Ini juga menghidupkan bagaimana kita istilahnya wastra kita, motif daerah ini bisa terus kita kembangkan, bagaimana juga kreasinya semakin tambah,” akunya.

Untuk memperluas pemakaian tenun di tengah masyarakat, Pemerintah KSB merencanakan Peraturan Bupati yang mewajibkan ASN mengenakan pakaian tenun satu hari dalam seminggu. Wabup Hanipah menyebut aparatur pemerintah harus lebih dulu memberi contoh.

“Untuk mempromosikan hal ini kepada masyarakat, tentu para OPD, para guru, para ASN dulu yang akan memakai, baru masyarakat bisa mengikuti,” tegas Wabup. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *