540 Rumah di Air Suning Segera Terima Bantuan Pengelolaan Sampah Desa Berdaya

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Bantuan alat pengelolaan sampah desa Air Suning, Seteluk, dari program Desa Berdaya Pemprov NTB, Selasa (03/11) (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)
MEDIAKSB – Bantuan alat pengelolaan sampah desa Air Suning, Seteluk, dari program Desa Berdaya Pemprov NTB, Selasa (03/11) (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)

SETELUK, MEDIAKSB – Sebanyak 540 rumah di Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, disasar menerima bantuan alat pengelolaan sampah rumah tangga melalui Program Desa Berdaya. Jumlah itu tersebar di tiga dusun dan 19 RT.

Bantuan yang disiapkan Pemerintah Desa (Pemdes) Air Suning meliputi ember dan pipa biopori untuk sampah organik, serta karung khusus untuk sampah anorganik. Seluruh peralatan itu akan segera dibagikan kepada warga setelah proses pendataan rampung.

Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, menegaskan penanganan sampah harus dimulai dari unit terkecil, yakni rumah tangga. Menurut Kades, cara itu akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan desa. “Pengelolaan sampah tidak bisa lagi kita tumpuk di hilir,” ujarnya.

Selain menerima alat, warga penerima juga dilibatkan langsung dalam aksi pemilahan sampah dan pengolahan limbah dapur. Pemdes juga memberikan pembinaan pemilahan sampah kepada setiap rumah tangga penerima bantuan.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama, sampah organik maupun anorganik memiliki nilai jika dikelola dengan benar,” tutur Irwan.

Sistem yang dirancang Pemdes mencakup penampungan sampah organik berupa limbah masak di setiap RT. Sampah tersebut kemudian disatukan di bank sampah desa yang sudah ada.

Ke depan, Pemdes Air Suning juga merencanakan pembangunan workshop pengelolaan sampah mandiri. Fasilitas itu diharapkan memperluas kapasitas sekaligus meningkatkan efisiensi penanganan limbah di desa.

Program ini ditopang dua sumber pembiayaan daerah. Desa Air Suning menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya sebesar Rp300 juta dari APBD Provinsi NTB, dengan Rp150 juta di antaranya difokuskan untuk pengelolaan sampah.

Pemerintah KSB turut mengucurkan dana pendamping sebesar Rp500 juta. Sebanyak Rp150 juta dari dana itu diarahkan untuk penanganan sampah dari hulu, termasuk pengembangan bank sampah dan revitalisasi tempat pengolahan sampah.

Irwan berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas. Kades meminta warga penerima benar-benar memanfaatkan alat yang dibagikan dalam keseharian mereka.

“Kami sangat berharap bantuan alat dan program pemilahan sampah ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh warga,” katanya.

Kades juga menargetkan program ini mampu membentuk budaya baru dalam mengelola sampah di tengah masyarakat Air Suning.

“Harapan kami, Desa Air Suning bisa menjadi desa yang bersih, mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri, dan mampu menciptakan lingkungan yang sehat serta bernilai ekonomis bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *