33 Calon PMI Berangkat, Kuota 50 Program Jepang KSB Tuntas

TALIWANG, MEDIAKSB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuntaskan kuota 50 peserta program pelatihan bahasa dan keterampilan teknis ke Jepang. Pemerintah KSB melepas 33 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) gelombang kedua menuju Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Jakarta, Senin (02/11).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi memastikan, pelepasan tersebut menjadi tahap akhir pemberangkatan program. Rombongan ini melengkapi 17 peserta gelombang pertama yang lebih dahulu berangkat pada pekan lalu.
“Hari ini kami resmi melepas 33 peserta gelombang kedua untuk menuntaskan total kuota 50 calon PMI ke Jepang,” ungkapnya.
Slamet mengonfirmasi seluruh dokumen dan kelengkapan operasional keberangkatan sudah tuntas. Disnakertrans KSB juga memastikan setiap calon PMI menerima perlindungan hukum penuh, sementara seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari 209 pendaftar daerah.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, membekali rombongan terakhir ini dengan pesan soal kedisiplinan dan ketahanan mental. Menurut Haji Amar, sapaan akrab bupati, kestabilan fisik dan batin menjadi fondasi utama peserta selama menjalani pemantapan di Jakarta hingga menghadapi tantangan di perantauan.
“Utamakan keselamatan, jaga kesehatan, serta jaga stabilitas fisik maupun batin selama perjalanan hingga tempat tujuan,” ujarnya.
Haji Amar menaruh harapan besar pada keberhasilan para peserta. Bupati menilai capaian mereka mampu mengerek kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi daerah, sehingga perjuangan hari ini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan peserta.
“Insyaallah adik-adik mendapat keselamatan selalu, selamat sampai tujuan dan selamat hingga kembali, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,” tuturnya.
Setelah pelepasan, para peserta langsung bertolak ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan pelatihan atau training center. LPK bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) mengawal pembekalan intensif selama enam bulan ke depan sebelum peserta bertolak ke Jepang.
Selama masa tersebut, peserta akan menggembleng fisik, mental, dan penguasaan bahasa Jepang untuk mematangkan profesionalisme kerja serta membentuk karakter. Penyelenggara juga membekali mereka dengan literasi dan pengelolaan keuangan demi membangun kemandirian ekonomi setelah kontrak kerja selesai.
Tuntasnya kuota ini mempertegas komitmen Pemerintah KSB dalam mencetak sumber daya manusia unggul berdaya saing global. Daerah menargetkan tenaga kerja lokal berkualitas terserap ke pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
Di akhir pesannya, Haji Amar mengingatkan peserta tentang nama daerah yang mereka bawa ke kancah internasional.
“Keberhasilan kalian membawa nama baik Kabupaten Sumbawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya. (M-03)
